Wagub Kepri Pastikan Dapur MBG di Wilayah 3T Beroperasi Pertengahan Desember 2025
Batam - Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menargetkan agar dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) mulai beroperasi pada pertengahan Desember 2025.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan dapur MBG di 126 titik 3T saat ini sudah mencapai sekitar 60 persen dan terus berjalan.
“Pembangunan sudah berjalan sekitar 60 persen, jadi pekerjaan masih berlangsung tapi kami menargetkan agar dapur-dapur sudah bisa operasional di pertengahan September nanti,” katanya saat dihubungi di Batam, Jumat. (28/11)
Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T menjadi komponen penting untuk memastikan manfaat MBG dapat diterima secara merata, termasuk di pulau-pulau terpencil.
“Yang paling menantang itu di Lingga karena transportasi ke pulau-pulau jauh harus melalui Jambi. Tapi kita berusaha agar semuanya dapat selesai tepat waktu,” ujarnya.
Nyanyang menegaskan bahwa suplai material ke masing-masing pulau terus diupayakan agar tidak menghambat pekerjaan di lapangan.
Selain pembangunan fisik, Wagub Kepri juga menyoroti proses pengurusan Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang masih memakan waktu lama. Hal ini disebabkan karena sampel dari kabupaten/kota harus dikirim ke Batam dan antrean pemeriksaan cukup panjang.
“SLHS banyak yang lama karena kirim sampelnya ke Batam dan semuanya mengantre. Saya sudah koordinasi dengan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) supaya dibuat laboratorium tambahan. Izin nanti harus lebih mudah, dan ini sedang disiapkan,” kata Nyanyang.
Sejauh ini, 34 dari 190 dapur di Kepri telah mengantongi SLHS. Nyanyang optimistis bahwa dapur-dapur di wilayah 3T akan mulai beroperasi pertengahan Desember mendatang, sehingga distribusi makanan bergizi bagi anak sekolah dan masyarakat rentan dapat berjalan lebih merata.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0