BGN Jambi Tegaskan Sanksi Tegas bagi Dapur MBG yang Lalai SOP

Feb 3, 2026 - 13:10
BGN Jambi Tegaskan Sanksi Tegas bagi Dapur MBG yang Lalai SOP
Kepala BGN Regional Jambi Adityo Wirapranatha. (Foto dok: Antara)

Kab. Muaro Jambi - Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jambi menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila terbukti melakukan kelalaian dalam operasional.

Kepala BGN Regional Jambi Adityo Wirapranatha menyampaikan hal tersebut saat menghadiri rapat gabungan yang membahas dugaan kasus keracunan yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Muaro Jambi, Sengeti, pada Senin.

Adityo menekankan bahwa sanksi akan diberikan secara bertahap sesuai tingkat pelanggaran. Jika kelalaian terbukti, operasional dapur MBG akan dihentikan sementara hingga dilakukan pembenahan menyeluruh. Namun, jika pelanggaran kembali terulang, tidak menutup kemungkinan operasional dapur akan dihentikan secara permanen.

“Apabila terbukti lalai, dapur akan kami hentikan sementara sampai semua diperbaiki. Bila kejadian serupa kembali terjadi, sanksi pemberhentian permanen bisa diberlakukan,” ujarnya.

Sebagai penanggung jawab wilayah, Adityo mengingatkan bahwa penerapan standar operasional prosedur (SOP) merupakan kewajiban mutlak, terutama dalam proses pengolahan dan pendistribusian makanan. Kelalaian dalam aspek tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap keamanan pangan.

Hingga saat ini, lanjut Adityo, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

“Hasil uji laboratorium belum keluar. Kita masih menunggu kepastian dari pemeriksaan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi Budhi Hartono mengungkapkan bahwa insiden tersebut mengindikasikan adanya potensi kelemahan dalam penerapan SOP di lapangan. Pemerintah daerah menilai kejadian ini sebagai peringatan serius yang harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Menurut Budhi, insiden tersebut berdampak besar dan menuntut adanya jaminan keamanan pangan yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi melalui Satuan Tugas MBG akan memperketat pengawasan terhadap 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lain yang saat ini telah beroperasi di wilayah tersebut.

Ia memastikan bahwa SPPG Sengeti yang diduga menjadi sumber kejadian telah dihentikan sementara operasionalnya hingga proses investigasi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan oleh tim satgas.

“Ini merupakan kejadian luar biasa. Jika sampai terulang kembali, maka opsi penutupan permanen terhadap SPPG bisa saja diambil,” tegas Budhi.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0