Tak Disangka, Begini Cara Siswa Penerima MBG di Jateng Kirim Ucapan ke Presiden Prabowo

Oct 31, 2025 - 22:24
Tak Disangka, Begini Cara Siswa Penerima MBG di Jateng Kirim Ucapan ke Presiden Prabowo
Beberapa siswa menitipkan permintaan menu makanan kesukaan mereka saat berlangsungnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh SPPG Polda Jawa Tengah (Jateng). (Foto dok: Istimewa)
  • Anak-anak SD di Jawa Tengah Kirim Pesan Manis untuk Presiden Prabowo

    Jakarta - Di balik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui SPPG Polda Jawa Tengah (Jateng), terselip kisah menarik yang datang dari para penerimanya. Anak-anak sekolah dasar yang menikmati hidangan MBG ternyata tidak hanya menyampaikan rasa terima kasih, tapi juga menitipkan harapan kecil dalam bentuk permintaan menu favorit mereka.

    Menurut informasi yang diterima pada Jumat (31/10/2025), sejumlah siswa menulis pesan di potongan kertas yang diambil dari buku catatan mereka. Setelah menyantap makanan, mereka menyelipkan kertas tersebut ke dalam ompreng MBG berisi ucapan terima kasih dan permintaan menu tertentu.

    Pesan-pesan itu berisi ungkapan polos penuh rasa syukur dan canda khas anak-anak. Di SD Madegondo 1 Grogol Sukoharjo, misalnya, ada siswa yang menulis, “Semoga MBG sehat selalu. Terima kasih Pak Prabowo.”

    Sementara yang lain menulis dengan penuh semangat, “Makasih Pak, nasinya enak banget! Teman-temanku suka.”

    Tak hanya itu, ada juga yang dengan jujur menulis permintaan menu kesukaan mereka.

    Mulai dari ayam geprek pedas, chicken katsu, nasi goreng, hingga dimsum menjadi daftar makanan yang diinginkan. Salah satu pesan berbunyi,

    “Riques ayam geprek yang pedas pliss. Mohon,”

    “Aku mau susu coklat, nasi goreng+ayam, bihun, dll.”

    Fenomena serupa juga terlihat di daerah lain seperti Banyumas dan Semarang. Anak-anak di dua wilayah itu turut menulis ucapan terima kasih dan permintaan makanan tambahan seperti ayam goreng, udang, hingga buah anggur. Salah satu tulisan dari siswa di Semarang berbunyi,

    “Makanannya enak banget"

    "Terima kasih. Request buah anggur. Semangat ya masaknya!”

    "Pesan: MBG nya enak. Req: susu, semangka and kalo ada nasi, nasinya yang banyak ya hehehe sama katsu ya. Makasih MBG nya."

    Menanggapi antusiasme dan masukan dari para siswa, pihak Polda Jateng berencana menyiapkan kotak saran khusus untuk menampung pesan dari penerima program MBG. Hal ini dilakukan agar kertas berisi pesan tidak lagi diselipkan ke ompreng, karena beberapa pesan sebelumnya rusak terkena sisa kuah makanan.

    Sekolah-sekolah yang siswanya menulis pesan tersebut diketahui merupakan bagian dari penerima manfaat program SPPG Polda Jateng, yang bertujuan mendukung pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak di seluruh daerah.

  • SPPG Polri Jadi Rujukan Nasional

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola melalui Satuan Pelaksana Penyedia Gizi (SPPG) Polri terus mendapat perhatian positif dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, yang menilai standar pelayanan dan keamanan pangan di SPPG Polri layak dijadikan acuan nasional.

    Dadan menyebut, fasilitas yang dimiliki SPPG di bawah naungan Polri memiliki kualitas bangunan dan sistem pengawasan makanan yang sangat baik. Bahkan, Polri juga telah menerapkan rapid test terhadap makanan sebelum didistribusikan untuk mencegah potensi keracunan.

    “Seluruh bangunan yang dibangun oleh Polri itu standarnya bagus. Selain itu, mereka juga melakukan rapid test sebelum makanan diedarkan,” ujar Dadan Hindayana di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025).

    Ia menambahkan, langkah Polri tersebut sejalan dengan instruksi Presiden agar seluruh penyedia MBG di Indonesia menerapkan uji cepat terhadap makanan sebelum dikonsumsi penerima manfaat.

  • Kapolri Tinjau Langsung SPPG Polda Jateng

    Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut memastikan pelaksanaan SOP di SPPG Polda Jawa Tengah (Jateng) berjalan sesuai standar. Dalam kunjungan langsungnya, Kapolri meninjau mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, hingga proses penyajian makanan untuk anak-anak penerima MBG.

    Ia juga menekankan pentingnya kebersihan alat makan. Kapolri bahkan memeriksa langsung proses pencucian *ompreng* atau wadah makanan agar tetap steril.

    “Saya lihat sudah disiapkan air panas dan filter, serta alat pengering agar ompreng yang dicuci benar-benar kering dan higienis,” kata Jenderal Sigit, Jumat (17/10/2025).

    Selain memastikan kebersihan, Kapolri juga meninjau proses pengujian kandungan gizi dan keamanan pangan yang dilakukan oleh tenaga ahli gizi di SPPG.

    “Sebelum didistribusikan, dilakukan berbagai tes seperti uji nitrit, sianida, dan bahan kimia lain yang bisa berdampak pada kesehatan. Semua berjalan dengan baik,” tambahnya.

  • Polda Jateng Miliki SPPG Terbanyak di Indonesia

    Hingga kini, Polda Jawa Tengah tercatat sebagai satuan kerja (satker) dengan jumlah SPPG terbanyak di lingkungan Polri. Dari total 100 SPPG yang dimiliki, sebanyak 33 unit sudah beroperasi, sementara 40 lainnya masih dalam tahap pembangunan.

    Pada 17 Oktober 2025, Kapolri kembali melakukan groundbreaking untuk 27 SPPG baru, yang seluruhnya telah terdaftar di Badan Gizi Nasional. Dengan jumlah tersebut, Polda Jateng ditargetkan mampu melayani hingga 400 ribu penerima manfaat* program MBG di berbagai wilayah.

  • Keunggulan Sistem Pengawasan SPPG Polda Jateng

    Keberhasilan SPPG Polda Jateng tak hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga pada penerapan sistem pengawasan makanan yang ketat. Setiap hari, tenaga kesehatan dari Biddokes Polda Jateng maupun Kurkes Polres melakukan pemeriksaan kualitas makanan sebelum dikirim ke penerima.

    “Kami menggunakan *tes kit reaktan khusus* untuk memeriksa kandungan makanan. Uji ini bisa mendeteksi adanya zat berbahaya seperti *arsenik, nitrit sianida, atau formalin,” jelas AKP Budi Raharjo*, PIC SPPG Polda Jateng.

    Selain pemeriksaan laboratorium, pengecekan organoleptik juga dilakukan untuk memastikan makanan masih layak konsumsi, baik dari segi warna, aroma, maupun tekstur.

    “Kami juga melakukan pengecekan manual dirasa, dilihat, dicium agar benar-benar yakin makanan aman dikonsumsi anak-anak,” tambahnya.

    Dengan penerapan SOP ketat serta sistem uji makanan yang menyeluruh, SPPG Polri di bawah Polda Jateng kini menjadi rujukan nasional* dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis* yang aman, higienis, dan berstandar tinggi.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0