SPPG Wongkaditi Barat Gorontalo Perkuat Mutu dan Keamanan Pangan dengan SDM Profesional dan Uji Laboratorium
Gorontalo - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wongkaditi Barat di Kota Gorontalo menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu dan keamanan pangan melalui dukungan sumber daya manusia profesional serta pelaksanaan uji laboratorium yang memenuhi standar keamanan pangan. Upaya ini menjadi jawaban atas berbagai keraguan publik terhadap kualitas layanan pemenuhan gizi yang dijalankan.
Dalam operasionalnya, SPPG Wongkaditi Barat didukung oleh empat sarjana gizi, ahli gizi bergelar AMG, serta chef bersertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Kehadiran tenaga profesional tersebut memastikan seluruh proses produksi pangan berjalan sesuai standar industri, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian makanan kepada kelompok sasaran.
Selain memperkuat kualitas sumber daya manusia, SPPG Wongkaditi Barat secara rutin melakukan pengujian laboratorium. Pemeriksaan dilakukan terhadap air, usap peralatan, serta sampel makanan yang diproduksi. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel memenuhi syarat keamanan pangan, sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh seluruh penerima manfaat.
Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawati, menilai bahwa penguatan SDM dan pengujian laboratorium merupakan fondasi penting dalam membangun layanan gizi yang kredibel dan berkelanjutan.
“Keamanan pangan harus dibangun dengan standar yang jelas dan tenaga profesional yang kompeten. Langkah yang dilakukan SPPG Wongkaditi Barat menunjukkan komitmen serius dalam menghadirkan layanan gizi yang dapat dipercaya masyarakat,” ujar Molly.
Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, menegaskan bahwa penerapan standar mutu pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan nasional pemenuhan gizi.
“BGN memastikan setiap SPPG menjalankan layanan berbasis standar keamanan pangan yang ketat. Dukungan tenaga gizi profesional dan hasil uji laboratorium yang memenuhi syarat adalah bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat,” jelas Hida di Gorontalo, Jumat (19/12).
Ia menambahkan, keterbukaan informasi terkait proses produksi dan hasil pengujian menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap layanan pemenuhan gizi.
“Dengan SDM yang kompeten dan pengujian yang terukur, masyarakat tidak perlu ragu terhadap kualitas pangan yang disediakan SPPG. Ini adalah bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Hida.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0