SPPG Tanah Sirah Alihkan MBG untuk Penyintas Banjir Selama Sekolah Diliburkan di Kota Padang
Kota Padang - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sirah di Kota Padang, Sumatera Barat, melakukan penyesuaian sementara terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk membantu para penyintas banjir setelah kegiatan belajar mengajar di kota itu dihentikan sementara akibat bencana.
Kepala SPPG Tanah Sirah, Agung Sajdah, mengatakan bahwa sejak Kamis (27/11) pihaknya mulai mengalihkan produksi MBG untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak banjir.
"Sejak Kamis (27/11) hingga Jumat (28/11) kami sudah mengalihkan MBG kepada para korban banjir di Kota Padang," ujarnya di Padang, Sabtu.
Agung menjelaskan bahwa keputusan tersebut dilakukan setelah adanya arahan dari Wali Kota Padang serta koordinator SPPG untuk wilayah setempat. Penyaluran MBG dialihkan karena sejak Kamis seluruh peserta didik tingkat SD hingga SMP diliburkan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah.
Pada hari pertama penyaluran, SPPG Tanah Sirah mengirimkan sekitar 1.200 makanan basah ke Puskesmas Ikua Koto di Kecamatan Koto Tangah. Sedangkan pada hari kedua, bantuan difokuskan ke posko pengungsian di Lubuk Minturun, berupa 1.500 makanan kering dan makanan basah.
Meski demikian, Agung menyampaikan bahwa hari ini SPPG tidak melakukan distribusi MBG karena dapur tidak beroperasi. Rencana pengalihan makanan kepada pengungsi akan kembali dilanjutkan pada Senin (1/12), namun pelaksanaannya masih menunggu kondisi terbaru di lapangan.Program MBG, Bantuan Banjir, SPPG Padang, Cuaca Ekstrem Sumbar, Distribusi Logistik
Jika pada Senin siswa SMK kembali masuk sekolah untuk mengikuti ujian, maka MBG akan diarahkan kepada para pelajar, khususnya dalam bentuk menu makanan kering. Sebaliknya, bila kegiatan belajar mengajar untuk SD dan SMP masih belum berlangsung, maka makanan kembali dialokasikan untuk penyintas banjir.
"Hari ini kita tidak beroperasi tetapi Jumat (28/11) porsi MBG bagi pengungsi kita dobelkan," kata Agung.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, membenarkan bahwa kegiatan sekolah untuk SD dan SMP dihentikan sementara akibat dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah kecamatan.
"Betul, dan surat edarannya," ujarnya singkat.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau sebelumnya melaporkan bahwa potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Barat masih dapat terjadi hingga 29 November 2025. Kondisi tersebut berkaitan dengan kemunculan bibit Siklon Tropis 95B yang terdeteksi sejak 21 November 2025 di Selat Malaka bagian timur perairan Aceh.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0