SPPG Palmerah Bagikan Tips Menjaga Kualitas dan Keamanan Program Makan Bergizi Gratis

Nov 6, 2025 - 11:16
SPPG Palmerah Bagikan Tips Menjaga Kualitas dan Keamanan Program Makan Bergizi Gratis
Beberapa siswa menitipkan permintaan menu makanan kesukaan mereka saat berlangsungnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh SPPG Polda Jawa Tengah (Jateng).
  • Memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tetap Aman, Sehat, dan Bergizi

    Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Palmerah membagikan sejumlah langkah penting untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap aman, sehat, dan bergizi hingga sampai ke tangan penerima manfaat.

    Koordinator SPPG Wilayah Jakarta Barat, Yudha Permana, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan program bergantung pada disiplin dalam menerapkan critical control point (titik kendali kritis) di setiap tahapan operasional dapur. Proses tersebut mencakup pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pendinginan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan.

    “Fokus utama kami adalah menjaga seluruh titik kendali kritis agar tetap sesuai standar. Kebutuhan gizinya harus terpenuhi, bahan baku harus berkualitas, dan setiap pekerja wajib mengikuti SOP yang berlaku,” ujar Yudha di dapur SPPG Palmerah, Selasa (23/9/2025).

  • Standar Ketat untuk Bahan Baku

    Menurut Yudha, pengawasan dimulai sejak tahap pemilihan bahan. Daging dan sayuran wajib dalam kondisi segar dan dicek oleh ahli gizi sebelum diterima dari pemasok. Setelah dibersihkan, bahan hewani dan nabati harus disimpan terpisah untuk mencegah kontaminasi.

    “Protein hewani disimpan di freezer dengan suhu di bawah -15°C, sedangkan protein nabati di chiller dengan suhu di bawah -5°C,” jelasnya. “Jika tidak dipisahkan, dapat terjadi kontaminasi silang yang menimbulkan bakteri seperti Salmonella.”

  • Proses Masak dan Pendinginan

    Seluruh bahan wajib dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh bakteri. Setelah itu dilakukan proses pendinginan sebelum dikemas agar makanan tetap segar.

    “Kami pastikan proses pendinginan dilakukan agar tidak timbul embun pada kemasan yang bisa menimbulkan bau dan mempercepat pembusukan,” terang Yudha.

  • Penerapan SOP dan Pelatihan Petugas

    Yudha juga menambahkan, setiap petugas dapur wajib menaati standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta Kementerian Kesehatan. Selain itu, seluruh petugas harus mengikuti pelatihan penjamah makanan dari Dinas Kesehatan.

    “Dengan adanya sertifikat penjamah makanan, petugas jadi lebih memahami pentingnya kebersihan dan penggunaan alat pelindung diri. Hal ini untuk memastikan kualitas pengelolaan makanan semakin baik,” tegasnya.

    Dengan penerapan standar ketat dan pengawasan menyeluruh, SPPG Palmerah berharap program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0