SPPG Jatijajar Diresmikan, BGN Apresiasi Inklusi Difabel dan Pengelolaan Limbah Dapur

Oct 11, 2025 - 00:46
SPPG Jatijajar Diresmikan, BGN Apresiasi Inklusi Difabel dan Pengelolaan Limbah Dapur
BGN Resmikan SPPG Jatijajar, Depok, Jumat (10/10).

Depok - Badan Gizi Nasional (BGN) meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatijajar yang berada di bawah Yayasan Sumber Rezeki Umat, Depok, pada Jumat (10/10). Hadirnya dapur gizi ini menambah kekuatan jaringan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus diperluas pemerintah demi memastikan akses pangan berkualitas bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, memberi apresiasi khusus terhadap SPPG Jatijajar karena melibatkan penyandang disabilitas dalam proses kerja sehari-hari. Menurutnya, hal itu menjadi bentuk nyata bahwa dapur gizi tidak hanya memberi manfaat melalui pangan, tetapi juga menghadirkan ruang pemberdayaan yang inklusif.

“Saya rasa ini menjadi hal yang patut diapresiasi oleh kita bersama. Misalnya, dua teman difabel yang ikut bekerja dan memberikan kontribusi. Itu menjadi hal yang luar biasa sekali, karena artinya SPPG ini tidak hanya melayani, tapi juga memberi ruang bagi semua untuk ikut berdaya,” ucap Hida.

Selain berorientasi pada pemberdayaan, SPPG ini juga memperhatikan pengelolaan lingkungan. Limbah dapur tidak dibiarkan terbuang begitu saja, melainkan diolah kembali sebagai pakan ikan lele, sebuah langkah sederhana yang membawa dampak nyata dalam pengurangan food waste.

“Lalu ada juga sistem pengelolaan limbah yang nantinya diolah jadi pakan lele. Jadi dapurnya tidak hanya menghasilkan makanan bergizi, tapi juga melakukan food waste management yang baik. Ini ide yang sangat bagus, sederhana tapi berdampak,” lanjutnya.

Unsur lain yang membuat SPPG Jatijajar menonjol adalah penggunaan beras dari hasil panen mandiri di lahan 20 hektare. Lahan tersebut merupakan bagian dari program cetak sawah nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, sehingga rantai produksi dari sawah hingga dapur berjalan dalam satu ekosistem kolaboratif.

“Yang paling menarik, beras yang dipakai di sini ternyata hasil panen sendiri dari lahan seluas 20 hektare yang merupakan program cetak sawah dari Pak Presiden. Jadi dari sawah sampai dapur, semuanya punya cerita panjang dan gotong royong di dalamnya. Hal-hal seperti ini yang membuat kami di Badan Gizi Nasional merasa bangga,” ungkap Hida.

Menutup sambutannya, Hida menyampaikan harapan bahwa SPPG Jatijajar dapat menjadi contoh bagi dapur MBG lainnya. Ia mengingatkan pentingnya menjaga standar keamanan pangan dan terus menghadirkan inovasi yang berdampak.

“Kami berharap SPPG Jatijajar ini bisa terus berkembang, jadi tempat yang nyaman untuk masyarakat sekitar, dan bisa jadi contoh bagi wilayah lain. Yang penting, tetap semangat melayani, menjaga kualitas, kita harus memastikan tidak boleh ada satu pun masalah keamanan pangan dari makanan yang kita sajikan ke masyarakat, dan terus berinovasi dengan cara-cara yang sederhana tapi bermakna,” ujarnya.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0