SPPG Dulomo Utara Terapkan Ekonomi Sirkular, Kelola Limbah MBG Secara Berkelanjutan
Gorontalo - Aktivitas pengolahan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dulomo Utara tidak semata berfokus pada penyediaan makanan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Unit layanan ini juga menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengelola limbah secara optimal melalui pemanfaatan kembali, sehingga jumlah sisa buangan dapat ditekan seminimal mungkin.
Minyak jelantah yang dihasilkan dari proses memasak tidak langsung dibuang, melainkan dikumpulkan untuk kemudian didaur ulang. Adapun sisa makanan yang tidak layak dikonsumsi manusia dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Skema ini membentuk mata rantai berkelanjutan yang mengaitkan layanan gizi dengan pengelolaan lingkungan serta mendukung perputaran ekonomi pangan lokal.
Pendekatan tersebut menjadikan SPPG Dulomo Utara berfungsi lebih luas, tidak hanya sebagai dapur layanan gizi, tetapi juga sebagai sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar. Seluruh proses pengelolaan limbah dilakukan secara terencana dan bertanggung jawab, sejalan dengan prinsip keberlanjutan dalam pelaksanaan Program MBG.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menilai penerapan ekonomi sirkular di SPPG Dulomo Utara sebagai nilai tambah dalam implementasi Program MBG.
“Program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong pengelolaan yang bertanggung jawab. Praktik pemanfaatan kembali limbah di SPPG Dulomo Utara menunjukkan pendekatan keberlanjutan yang sejalan dengan kebijakan nasional,” ujar Hida di Gorontalo, Sabtu (20/12).
Menurutnya, pengelolaan limbah yang terintegrasi dengan layanan gizi mencerminkan penguatan tata kelola SPPG di tingkat daerah.
Hida menambahkan bahwa BGN terus mendorong lahirnya inovasi yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.
“Ekonomi sirkular yang diterapkan di SPPG Dulomo Utara memperlihatkan bahwa layanan gizi dapat memberi manfaat berlapis, menjaga lingkungan, mendukung ekosistem pangan lokal, sekaligus mengedukasi masyarakat. Praktik seperti ini layak menjadi contoh dan direplikasi,” jelasnya.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0