SPPG Demulih Jadi Model Integrasi Gizi dan Ekonomi Desa

AdeAde
Dec 14, 2025 - 09:46
SPPG Demulih Jadi Model Integrasi Gizi dan Ekonomi Desa
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN saat mengunjungi SPPG Demulih, Sabtu (13/12/2025).

Bangli - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Demulih terus bertransformasi menjadi pusat layanan pangan bergizi yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi desa. Melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan tenaga ahli bersertifikat dan kemitraan dengan pelaku usaha lokal, SPPG ini dinilai sebagai salah satu model integrasi gizi dan ekonomi paling progresif di Kabupaten Bangli.

Dalam operasionalnya, SPPG Demulih mengandalkan sumber daya manusia profesional, mulai dari ahli gizi hingga chef yang tengah menyelesaikan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kehadiran tenaga terlatih ini memastikan setiap menu yang disajikan memenuhi prinsip gizi seimbang sekaligus aman untuk dikonsumsi. Profesionalisasi SDM tersebut juga mendorong lahirnya inovasi menu yang disesuaikan dengan kebutuhan energi dan tumbuh kembang anak sekolah.

Dari sisi ekonomi, SPPG Demulih memprioritaskan pengadaan bahan pangan dari UMKM dan petani lokal. Kebutuhan sayuran, daging, telur, hingga bahan olahan dipenuhi dari produsen desa dengan skema harga yang adil dan berkelanjutan, sehingga menciptakan perputaran ekonomi yang nyata di tingkat lokal.

“Model seperti ini mengubah dapur layanan gizi menjadi simpul ekonomi desa. Manfaatnya tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga bagi para pelaku usaha kecil,” ujar Khairul Hidayati, Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN) di Bali, Sabtu (13/12).

Inovasi lain yang menonjol adalah produksi roti mandiri yang dilakukan setiap hari dengan standar industri. Seluruh tahapan, mulai dari pengadonan hingga pemanggangan, dikelola oleh tenaga terlatih dengan peralatan yang memenuhi ketentuan higienis. Produksi roti secara mandiri ini tidak hanya menjamin kualitas dan kesegaran produk, tetapi juga membantu menekan biaya operasional program.

Integrasi antara pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi tersebut memberikan dampak langsung terhadap ketahanan kesehatan peserta didik. Menu yang beragam dan kaya zat gizi berkontribusi pada peningkatan stamina, konsentrasi, serta performa belajar anak di sekolah.

“Saat gizi, ekonomi, dan komunitas lokal bergerak bersama, dampaknya jauh lebih kuat. SPPG Demulih adalah bukti nyata sinergi tersebut,” tutup Hida.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0