SPPG Bongoime Ciptakan Dapur Aman dan Tertata untuk Dukung Kinerja Relawan MBG

Dec 22, 2025 - 10:40
SPPG Bongoime Ciptakan Dapur Aman dan Tertata untuk Dukung Kinerja Relawan MBG
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati bersama SPPG Bongoime, Sabtu (20/12). (Foto dok: BGN)

Bone Bolango - Aktivitas di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bongoime, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, berjalan dalam suasana yang tertib dan terkendali. Bagi para relawan, dapur ini tidak hanya menjadi tempat menjalankan tugas, tetapi juga ruang kerja yang dirancang aman dan nyaman untuk menjaga konsistensi layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejak memasuki area dapur, relawan disambut lingkungan kerja yang bersih dan terorganisasi. Alur kerja disusun dengan jelas, sehingga setiap aktivitas memiliki jalur masing-masing dan tidak saling bersinggungan. Penataan tersebut membuat proses pengolahan makanan berlangsung lebih tenang, terukur, dan minim risiko kesalahan.

Perhatian terhadap kenyamanan juga terlihat pada area pendukung. SPPG Bongoime menyediakan lahan parkir yang luas dan memadai bagi relawan maupun tamu. Fasilitas ini memastikan mobilitas keluar-masuk area dapur tidak mengganggu jalannya aktivitas, sekaligus menciptakan suasana kerja yang tertib dan manusiawi.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa aspek keselamatan dan kenyamanan relawan menjadi bagian penting dalam keberhasilan Program MBG.

“Relawan adalah bagian dari ekosistem pelayanan publik. Negara berkewajiban memastikan mereka bekerja di lingkungan yang aman, tertata, dan memiliki pedoman yang jelas. Di SPPG Bongoime, SOP dipasang secara visual di setiap ruang agar mudah dipahami dan dijalankan,” ujar Hida di Bone Bolango, Sabtu (20/12).

Keberadaan SOP visual di dinding dapur membantu relawan bekerja lebih konsisten. Prosedur kerja tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi hadir sebagai pengingat harian yang mengurangi ketergantungan pada ingatan dan meminimalkan potensi kesalahan.

Menurut Hida, pendekatan tersebut mencerminkan kehadiran negara yang tidak hanya menitikberatkan pada hasil akhir berupa makanan bergizi, tetapi juga pada proses dan perlindungan bagi manusia yang terlibat di dalamnya.

“Program MBG dijalankan sebagai kebijakan publik yang bertanggung jawab. Itu berarti negara hadir sejak tahap perencanaan ruang kerja, pengaturan alur, hingga perlindungan bagi relawan yang bekerja di dapur,” tambahnya.

Keyword Tag:

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0