SPPG Bongoime Bone Bolango Dorong Program MBG Sekaligus Perkuat Ekonomi Lokal
Bone Bolango - Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bongoime di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, tidak hanya menjalankan fungsi sebagai dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lebih dari itu, fasilitas ini turut menjadi penggerak ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta petani di sekitar wilayah layanan.
Dalam pelaksanaan operasional sehari-hari, SPPG Bongoime memanfaatkan bahan pangan yang dipasok langsung oleh petani dan UMKM lokal. Pola rantai pasok yang lebih pendek ini memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi desa, sekaligus menghadirkan kepastian pasar bagi para produsen lokal dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekitar.
Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi lokal merupakan bagian integral dari perancangan Program MBG sejak awal.
“Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan asupan gizi, tetapi juga memberi dampak ekonomi. Melibatkan UMKM dan petani lokal adalah strategi agar program ini memberi manfaat berlapis, baik bagi penerima manfaat maupun bagi masyarakat di sekitar SPPG,” ujar Hida di Bone Bolango, Sabtu (20/12).
Selain menyerap produk UMKM dan hasil pertanian lokal, keberadaan SPPG Bongoime juga membuka peluang kerja bagi warga setempat. Masyarakat dilibatkan dalam berbagai peran operasional dapur, mulai dari pengolahan bahan, distribusi makanan, hingga fungsi pendukung lainnya. Keterlibatan ini memberikan sumber penghasilan yang relatif stabil bagi keluarga di sekitar lokasi.
Dukungan infrastruktur turut memperkuat operasional SPPG Bongoime. Akses jalan yang mudah menuju lokasi dapur memungkinkan distribusi bahan pangan dan hasil olahan berlangsung lancar. Dengan kondisi jalan yang memadai, pengiriman dapat dilakukan secara efisien dan tepat waktu, sehingga kualitas pangan tetap terjaga dan biaya logistik dapat ditekan.
Kepala Biro Umum dan Keuangan Badan Karantina Indonesia, Gladys Peuru, menilai pola pengelolaan SPPG Bongoime mencerminkan sinergi yang kuat antara pelaksanaan program nasional dan penguatan ekonomi lokal.
“Ketika program nasional dijalankan dengan melibatkan pelaku usaha dan produsen lokal, maka dampaknya akan terasa langsung di tingkat desa. Model seperti ini penting untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat,” kata Gladys.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0