SPPG Banyuwangi - Magelang Dijadikan Percontohan Fasilitas Pangan Tangguh dengan Teknologi Sandwich Panel

Oct 26, 2025 - 10:17
SPPG Banyuwangi - Magelang Dijadikan Percontohan Fasilitas Pangan Tangguh dengan Teknologi Sandwich Panel
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyuwangi - Magelang. (Foto dok: BGN)

Magelalng - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyuwangi - Magelang kini menjadi contoh unggulan dalam pembangunan fasilitas pengolahan pangan yang kokoh dan higienis. Menggunakan teknologi konstruksi Sandwich Panel, bangunan ini disebut mampu bertahan hingga setengah abad, sekaligus memiliki sejumlah kelebihan seperti ketahanan terhadap gempa, api, jamur, serta suhu panas.

Sandwich Panel merupakan teknologi konstruksi berlapis yang menggabungkan dua sisi logam dengan material insulasi di bagian tengah. Desain tersebut membuat panel tetap ringan namun sangat kuat. Kemampuannya menahan suhu ekstrem hingga 1.200 derajat Celcius serta menjaga kestabilan suhu ruangan menjadikannya sesuai untuk fasilitas pengolahan pangan.

Keunggulan lainnya adalah sifat material yang anti-lembap, tahan air, dan mudah dibersihkan. Permukaan yang halus mencegah penumpukan debu, jamur, dan bakteri, sehingga mendukung penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) atau praktik produksi pangan yang memastikan keamanan dan higienitas.

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, menilai teknologi ini sebagai langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan layanan pangan nasional.

“Kami tidak hanya membangun dapur produksi pangan, tapi juga fondasi keberlanjutan. Dengan teknologi Sandwich Panel, SPPG menjadi contoh fasilitas yang tangguh, efisien, dan berorientasi pada masa depan,” ujar Hadi Pranoto selaku Ketua Yayasan Bina Bangsa di Magelang, Sabtu (25/10).

Dari sisi kebersihan, material ini memiliki standar yang sebanding dengan ruang steril rumah sakit. Tidak menyerap kotoran dan mudah disterilkan, sesuai dengan standar Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), yaitu sistem keamanan pangan yang memastikan setiap tahap pengolahan berlangsung aman dan bebas kontaminasi.

Selain itu, teknologi ini juga meningkatkan kenyamanan kerja. Isolasi panas dan suara yang baik membuat suhu ruangan lebih sejuk dan minim kebisingan, sehingga mendukung kesehatan pekerja dan meningkatkan efektivitas kinerja.

Meski biaya pembangunannya lebih besar dibandingkan struktur konvensional, investasi ini dianggap sebanding karena sifatnya yang anti-karat, tahan rayap, tidak perlu pengecatan ulang, serta minim perawatan.

“Kami berharap model seperti ini dapat direplikasi di daerah lain. Fasilitas pangan yang kuat, higienis, dan sesuai standar kesehatan akan menjadi tulang punggung ketahanan gizi nasional,” tutup Hida.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0