SMK di Sultra Disiapkan Dikbud Jadi Pemasok Utama Pangan Program Makan Bergizi Gratis
Kendari - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menyiapkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai penyedia utama kebutuhan pangan guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bumi Anoa.
Kepala Dikbud Sultra, Aris Badara, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan peran pendidikan kejuruan dalam mendukung program strategis nasional sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi produktif di lingkungan sekolah.
“Pada tahun ini sudah ada empat SMK yang terlibat sebagai pemasok bahan pangan, baik dari sektor agribisnis, perikanan, maupun tata boga. Ke depan, kami menargetkan SMK mampu memenuhi hingga 70 persen kebutuhan pangan untuk program MBG,” kata Aris Badara saat ditemui di Kendari, Senin (5/1).
Ia menjelaskan, kesiapan SMK sebagai pemasok didukung oleh keberadaan 25 SMK di Sultra yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan status tersebut, sekolah memiliki keleluasaan dalam mengelola keuangan dan mengembangkan usaha produksi secara mandiri.
“Melalui BLUD, SMK tidak hanya bergantung pada APBD. Sekolah bisa memproduksi dan menjual hasilnya sendiri. Ini juga menjadi solusi untuk menekan pungutan di sekolah karena sudah memiliki sumber pendapatan mandiri,” ujarnya.
Untuk memastikan distribusi pangan MBG berjalan efektif, Dikbud Sultra juga tengah menyiapkan sistem berbasis digital melalui pengembangan laman “Satu Data MBG”. Platform ini dirancang untuk memetakan kebutuhan pangan secara detail, termasuk data kesehatan siswa.
“Kami sedang menyiapkan basis data agar pengelola MBG memiliki informasi yang akurat, terutama terkait siswa yang memiliki fobia makanan, intoleransi, atau alergi tertentu. Data ini penting agar makanan yang diberikan benar-benar sesuai dan aman,” kata Aris.
Selain mendukung program MBG, Dikbud Sultra juga terus mematangkan visi “SMK Go Global”. Saat ini, empat SMK dengan kompetensi di bidang pertambangan, nautika, teknik geologi, dan industri kreatif tengah dipersiapkan untuk memasuki pasar kerja internasional melalui dukungan dana hibah dari pemerintah pusat.
“Kami fokus meningkatkan soft skill dan hard skill siswa agar lulusan SMK Sultra siap bersaing di tingkat global. Sekolah-sekolah yang potensial sudah kami petakan dan dikembangkan melalui kerja sama dengan mitra strategis,” tambahnya.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0