Sinergi Pesantren, Sekolah, dan Komunitas untuk Generasi Sehat
Daftar Isi
- kolaborasi pemerintah, PBNU, TNI, dan komunitas lokal di Kabupaten Jember.
- Pesantren sebagai Pusat Gizi dan Pemberdayaan
- Peluncuran MBG di MTs Negeri 2 Jember
- Komitmen di Wuluhan: Standar Pangan dan Koordinasi Lintas Sektor
- Dapur MBG: Kualitas, Kebersihan, dan Partisipasi Anak
- MBG: Lebih dari Sekadar Pangan
-
kolaborasi pemerintah, PBNU, TNI, dan komunitas lokal di Kabupaten Jember.
Dentingan sendok dan aroma makanan segar memenuhi udara di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sibuk. Dari Pondok Pesantren hingga sekolah negeri, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan gizi nasional sekaligus mendukung pengentasan stunting di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Program yang digagas oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan didukung penuh oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menyasar anak-anak sekolah, santri, hingga masyarakat sekitar, sekaligus menjadi model kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan komunitas lokal.
-
Pesantren sebagai Pusat Gizi dan Pemberdayaan
Pada 30 September 2025, sebanyak 42 Dapur SPPG MBG TKA PBNU Kluster II resmi dioperasikan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Desa Karangharjo, Kecamatan Silo. Acara ini diresmikan oleh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, bersama Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hidayana, dihadiri pengurus PBNU, pengasuh pesantren, tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah daerah, dan mitra strategis.
KH. Yahya menegaskan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pembinaan akhlak, tetapi juga motor penggerak kemandirian pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Pesantren tidak hanya menjadi pusat pembinaan akhlak, tetapi juga motor penggerak pemberdayaan ekonomi dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Dadan Hidayana menyoroti pentingnya kolaborasi PBNU-BGN. “Dapur SPPG ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam memenuhi kebutuhan gizi santri dan masyarakat sekitar, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia,” katanya.
Program ini menjadikan pesantren sebagai pusat edukasi gizi dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Dukungan PPID Kabupaten Jember memastikan kegiatan ini dipublikasikan secara luas, meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya gizi dan kesehatan.
-
Peluncuran MBG di MTs Negeri 2 Jember
Langkah konkret pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi siswa terlihat pada peluncuran MBG di MTs Negeri 2 Jember pada 13 Oktober 2025. Sebanyak 736 porsi makanan bergizi disiapkan oleh Dapur SPPG Al-Qodiri Jember dan dibagikan kepada siswa dalam suasana penuh antusiasme.
Salah satu siswa menyatakan, “Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan makan siang sehat gratis setiap hari, ini sangat membantu kami belajar dengan lebih baik,” menekankan bagaimana program MBG berdampak langsung pada fokus belajar dan prestasi akademik.
Kehadiran Babinsa Kelurahan Slawu, Serka Muhammad Hefny, turut memastikan kelancaran dan keamanan acara, memperlihatkan sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung program nasional ini.
-
Komitmen di Wuluhan: Standar Pangan dan Koordinasi Lintas Sektor
Pada 8 Oktober 2025, program MBG dimulai di Kecamatan Wuluhan, ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Kepala SPPG dan seluruh kepala sekolah di wilayah tersebut. Acara yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Wuluhan ini dihadiri Kapten Infanteri Hadi Mukti (Danramil Wuluhan), Kapolsek Iptu Handoko DS, Camat Hanifah, serta Kepala SPPG Yayasan Relawan Cerdas, Didik Maulana.
Kapten Hadi menegaskan, “Kami dari TNI akan mengawal dan memastikan program ini berjalan sukses di lapangan,” menandai peran aktif aparat keamanan dalam menjamin kelancaran distribusi makanan.
Kapolsek Handoko menambahkan, komunikasi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan program. Sementara Camat Hanifah menekankan pentingnya menjaga kualitas bahan pangan dan memperhatikan kebutuhan khusus siswa, seperti alergi makanan.
Kepala SPPG, Didik Maulana, memaparkan bahwa pelaksanaan MBG mengikuti SOP ketat, termasuk penggunaan garam beryodium, larangan micin, dan menjaga kebersihan peralatan masak. Jadwal distribusi diatur berdasarkan jenjang pendidikan: TK pukul 07.00 WIB dan SD kelas 4–6 pukul 10.00–11.00 WIB. Sesi dialog interaktif membahas berbagai aspek teknis, termasuk mekanisme kebersihan wadah makan, memperlihatkan komitmen bersama untuk keberhasilan program.
-
Dapur MBG: Kualitas, Kebersihan, dan Partisipasi Anak
Program MBG di Jember menekankan setiap tahap produksi makanan sesuai standar yang ditetapkan BGN. Dari penerimaan bahan baku, pemilihan supplier terpercaya, penyortiran ulang, hingga distribusi, semuanya diawasi ketat untuk memastikan higienitas.
Anak-anak penerima MBG juga diberikan kesempatan memberikan masukan menu harian. Misalnya, permintaan burger dimodifikasi menjadi lebih sehat dengan isi telur ceplok atau ayam katsu dan sayur segar agar tetap seimbang gizinya. Menurut Maulidhina Mahardika, Kepala SPPG Jati Kudus, “Tim ahli gizi memastikan setiap permintaan anak tetap bergizi dan layak dikonsumsi.”
-
MBG: Lebih dari Sekadar Pangan
Keberhasilan MBG di Jember membuktikan bahwa program ini tidak hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga memberdayakan masyarakat. Keterlibatan warga lokal sebagai tenaga dapur, kolaborasi PBNU, sekolah, TNI, Polri, dan pemerintah daerah menunjukkan sinergi yang efektif dalam menciptakan ketahanan gizi nasional.
Program ini juga mendukung penurunan angka stunting, menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi, serta menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan dan kesehatan.
“Program MBG bukan sekadar memberikan makanan bergizi, tapi membangun fondasi generasi sehat dan masyarakat yang mandiri,” tegas Dadan Hidayana.
Dengan keberhasilan pilot project di pesantren dan sekolah, pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen memperluas cakupan program ini, memastikan anak-anak dan santri menerima gizi seimbang, sementara masyarakat sekitar mendapatkan peluang kerja dan pendapatan tambahan.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0