Sepeda Motor dan Dedikasi Tak Tergantikan: Pak Asdar Menyalurkan Gizi ke Ujung Pulau Osi

Nov 12, 2025 - 23:43
Sepeda Motor dan Dedikasi Tak Tergantikan: Pak Asdar Menyalurkan Gizi ke Ujung Pulau Osi
Distribusi MBG di pulau OSI. (Foto dok: BGN)
  • Menembus Pagi Pulau Osi

    Pagi baru saja menyapa Pulau Osi, Seram Bagian Barat, Maluku. Di antara desir angin laut dan suara burung camar, sebuah motor melaju perlahan di atas jembatan kayu yang membentang di atas air dan pepohonan mangrove. Di bagian belakang motor, kotak besar berisi puluhan porsi makanan bergizi terikat kuat. Sosok di balik helm itu adalah Pak Asdar, petugas distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Resettlement Pulau Osi.

    SPPG ini melayani 16 sekolah, termasuk dua yang terletak di ujung Pulau Osi, hanya dapat dijangkau lewat jembatan kayu yang mulai rapuh. Karena itulah, peran Pak Asdar begitu vital agar anak-anak tetap bisa menikmati makanan bergizi setiap hari.

  • Perjalanan Tiga Kilometer yang Penuh Tantangan

    Sejak Mei 2025, Pak Asdar menempuh perjalanan tiga kilometer setiap hari untuk mengantarkan MBG ke SD Negeri Pulau Osi dan PAUD At-Taqwa. Medan bukan jalan aspal, melainkan jembatan kayu sempit, licin, dan saat pasang air laut, sebagian terendam.

    “Kalau pasang, air bisa naik sampai ke jembatan. Kadang juga ada papan yang rusak, jadi saya harus hati-hati, jalan pelan-pelan supaya makanan tidak tumpah dan anak-anak bisa makan tepat waktu,” tutur Pak Asdar dengan senyum hangat usai pengantaran, Senin (10/11).

    Dengan kapasitas motor sekitar 63 porsi, ia harus bolak-balik tiga kali untuk mengantarkan 149 porsi makanan setiap hari. Meski lelah, senyum anak-anak yang menyambut membuat semua terasa ringan.

  • Senyum Anak-anak, Energi Baru untuk Pak Asdar

    Setibanya di sekolah, wajah lelah Pak Asdar langsung tergantikan oleh keceriaan anak-anak. Dari kejauhan, mereka berlari menyambut sambil melambaikan tangan. “Anak-anak sangat senang saat kami datang. Itu yang membuat saya ikut bahagia,” ujarnya tulus.

    Guru SDN Pulau Osi, WA Heni, menambahkan, “Kalau Pak Asdar datang, mereka langsung lari menyambut, rebutan membantu menurunkan ompreng. Biasanya Pak Asdar datang sekitar pukul sembilan, jalannya sulit tapi jarang terlambat, itu membuat kami salut.”

  • Dedikasi Kecil, Dampak Besar

    Pak Asdar berharap program MBG terus berlanjut. “Saya berharap program ini jangan dihentikan, karena sangat bermanfaat,” katanya penuh harap. Dedikasi seperti ini menjadi potret kecil dari semangat besar di balik program MBG.

    Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, mengapresiasi kerja keras petugas lapangan. “Upaya yang dilakukan Pak Asdar mencerminkan dedikasi tinggi dalam menjangkau seluruh anak Indonesia, tanpa terkecuali. BGN terus mendukung langkah-langkah adaptif seperti ini agar distribusi makanan bergizi berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran,” ungkapnya.

  • Inovasi Sederhana yang Menginspirasi

    Penggunaan sepeda motor di Pulau Osi menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menebar manfaat. Di tangan orang-orang seperti Pak Asdar, Program MBG bukan hanya kebijakan, tetapi wujud nyata kasih dan kepedulian bagi anak-anak di pelosok negeri.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0