Sembilan SPPG di Bangli Kantongi SLHS, Program MBG Terus Diperluas
Bangli - Sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangli, Bali, berhasil memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Hingga kini Program MBG di Bangli sudah berjalan di beberapa kecamatan, yaitu Bangli, Tembuku, dan Susut," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, saat menghadiri rapat pengawasan dan evaluasi (monev) di Bangli, Jumat (31/10).
Riana Putra, yang juga menjabat Kepala Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Bangli, merinci sembilan SPPG yang telah bersertifikat, yakni tiga SPPG di Kecamatan Tembuku, empat SPPG di Kecamatan Bangli, dan dua SPPG di Kecamatan Susut.
"Total hingga saat ini ada 10 SPPG di Bangli, namun satu SPPG lainnya masih dalam proses pemenuhan SLHS," jelasnya.
Meskipun sudah ada sepuluh unit dapur MBG, pihaknya menilai masih dibutuhkan sekitar delapan unit tambahan, khususnya di Kecamatan Kintamani, yang saat ini belum memiliki SPPG. Riana Putra menekankan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk mempercepat pendirian SPPG di Kintamani agar Program MBG dapat merata ke seluruh kabupaten.
Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Nyoman Arsana, menambahkan bahwa hasil pengawasan gizi dan kesehatan menunjukkan menu yang disajikan aman dan memenuhi standar kesehatan. Menu MBG disusun melalui perencanaan ketat oleh ahli gizi dan juru masak, serta berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk keracunan.
Senada dengan Arsana, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bangli, Ni Komang Satya Ayuta Pramiyogi, menyebutkan bahwa perencanaan menu MBG mempertimbangkan kebutuhan gizi anak sekaligus ketersediaan pangan lokal. Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan sekolah, evaluasi rutin, serta pelaporan harian dan mingguan ke Badan Gizi Nasional untuk memastikan akuntabilitas program.
Saat ini, fokus utama program adalah memberikan makanan bergizi gratis kepada siswa dan kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. "Kami memastikan seluruh operasional harian berjalan lancar, mulai dari produksi hingga distribusi, sambil menjaga kualitas bahan baku, makanan, pelayanan, dan sanitasi," ujar Ni Komang Satya.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0