Presiden Prabowo: Program MBG Jadi Sorotan Pakar Dunia dan Dipelajari Gedung Putih

Feb 2, 2026 - 16:13
Presiden Prabowo: Program MBG Jadi Sorotan Pakar Dunia dan Dipelajari Gedung Putih
Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia kini menarik perhatian komunitas internasional. Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Dalam taklimat lanjutan pada agenda Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2), Presiden menyampaikan bahwa MBG merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat swasembada pangan dan energi, sekaligus mengoreksi pola perputaran ekonomi nasional.

Menurutnya, selama ini aliran ekonomi terlalu banyak bergerak dari desa ke kota bahkan ke luar negeri. Melalui program MBG, pemerintah berupaya membalik pola tersebut agar aktivitas ekonomi tumbuh dari desa.

“Kita harus mengubah aliran uang dari desa ke kota dan ke luar negeri. Salah satunya dengan menghentikannya melalui program MBG,” ujar Presiden.

Prabowo menyebutkan bahwa dalam kurun waktu satu tahun, MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat. Angka tersebut, kata dia, melampaui berbagai perkiraan pesimistis yang sebelumnya meragukan kemampuan Indonesia mengelola program berskala besar.

Ia menyinggung adanya kekhawatiran tentang potensi kegagalan, termasuk isu keamanan pangan. Namun berdasarkan data yang ada, tingkat kejadian masalah sangat kecil dibandingkan jumlah makanan yang telah dibagikan.

“Kalau kita hitung miliaran porsi yang sudah disalurkan, angka kejadian hanya sekitar 0,008 persen. Artinya, 99,99 persen pelaksanaan MBG dapat dikatakan berhasil,” jelasnya.

Keberhasilan tersebut, lanjut Prabowo, turut menarik perhatian lembaga dan pakar internasional. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah ahli dari Gedung Putih Amerika Serikat tengah mempelajari pelaksanaan MBG di Indonesia. Bahkan sebelumnya, Rockefeller Institute menilai program ini sebagai salah satu bentuk investasi terbaik yang bisa dilakukan sebuah negara.

“Setiap satu rupiah yang kita keluarkan untuk MBG, minimal kembali lima kali,” katanya.

Presiden juga memaparkan dampak ekonomi konkret dari program tersebut. Hingga kini, sebanyak 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di berbagai daerah, dengan tambahan 13.829 dapur lainnya dalam proses pengajuan.

Setiap dapur, kata dia, melibatkan rantai pasok pangan lokal, mulai dari sayuran, ikan, ayam hingga daging, yang secara langsung menyerap tenaga kerja di tingkat desa.

Prabowo optimistis, apabila cakupan MBG mencapai target 82 juta penerima manfaat paling lambat Desember 2026, maka program ini berpotensi menciptakan sekitar tiga hingga lima juta lapangan kerja baru.

Saat ini saja, menurutnya, pelaksanaan MBG telah berkontribusi terhadap terciptanya sekitar satu juta lapangan pekerjaan di seluruh Indonesia.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0