Perajin Telur Asin di Madiun Rasakan Lonjakan Pendapatan Berkat Program Makan Bergizi Gratis
Jakarta - Perajin telur asin Yayak Surayak merasakan peningkatan pendapatan signifikan setelah terlibat sebagai pemasok telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterlibatannya tersebut menjadi salah satu contoh dampak positif program terhadap penguatan ekonomi lokal.
Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin (22/12), Yayak Surayak yang berasal dari Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur mengungkapkan bahwa sejak memasok kebutuhan dapur MBG, volume penjualan telurnya melonjak tajam. Ia kini mampu menjual sekitar 3.000 hingga 5.000 butir telur asin setiap pekan, atau meningkat sekitar 2.900 sampai 4.900 persen dibandingkan sebelumnya.
"Alhamdulillah, sejak adanya MBG di sini, peternak itik seperti kami menjadi sangat terbantu. Kalau selama ini kami hanya bisa menjual 100 sampai 200 butir telur per minggu, sekarang sekali kirim bisa 3.000 sampai 5.000 butir telur asin dan langsung dibayarkan," kata Yayak.
Perkembangan usahanya tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pribadi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Jika sebelumnya seluruh proses pembuatan telur asin dikerjakan sendiri, kini Yayak mengaku tidak lagi mampu memenuhi permintaan tanpa bantuan tenaga tambahan.
Ia pun mulai melibatkan ibu-ibu tetangga di sekitar rumahnya untuk membantu proses produksi. Langkah tersebut memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat setempat sekaligus mempercepat pemenuhan pesanan dari dapur MBG.
Yayak menjelaskan, telur asin yang dibutuhkan untuk menu MBG memiliki karakteristik tidak terlalu asin sehingga proses produksinya relatif lebih singkat. Biasanya, telur asin untuk pasar umum memerlukan waktu pengasinan sekitar 12 hingga 15 hari, sementara telur asin untuk MBG cukup diproses selama 7 sampai 8 hari.
Seiring meningkatnya permintaan dari beberapa dapur MBG di Kecamatan Sumber Sari, Yayak mulai merencanakan pengembangan usaha. Ia kini bersiap menambah stok telur dengan memperbesar kandang serta meningkatkan jumlah itik yang dipelihara.
Melihat peningkatan omzet yang dirasakan, Yayak berharap program MBG dapat terus berlanjut. "Sebab, perajin kecil seperti saya ini sangat terbantu, karena omsetnya naik sampai 3000 persen, perputarannya cepat, dan sampai ke kami-kami ini. Selain itu, banyak warga yang bisa bekerja," jelasnya.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0