Pemuda Lumajang Ubah Limbah MBG Menjadi Inovasi Ekonomi Hijau Bernilai Tinggi

Oct 11, 2025 - 10:01
Pemuda Lumajang Ubah Limbah MBG Menjadi Inovasi Ekonomi Hijau Bernilai Tinggi
Salah satu produk sayuran yang dihasilkan dari kegiatan budidaya para pemuda di Lumajang, Jawa Timur. (Foto dok: Diskominfo Lumajang)

Lumajang - Seorang pemuda asal Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan kreativitas luar biasa dengan mengolah limbah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi peluang ekonomi hijau yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Pemuda tersebut, Asriafi Ath Thoriq, melihat sisa makanan MBG bukan sebagai beban, melainkan bahan dasar yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna. Ia menilai bahwa limbah dapur sekolah punya potensi besar jika dimanfaatkan dengan pendekatan inovatif.

"Limbah makanan seharusnya dipandang sebagai modal, bukan masalah. Dengan kreativitas dan bimbingan, kita bisa menciptakan produk ramah lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi lokal," ujar Asriafi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/10).

Asriafi—penerima penghargaan Kalpataru dan Lencana Inovasi Desa dari Kementerian Desa—telah berhasil mengembangkan eco enzyme, cairan serbaguna hasil fermentasi limbah makanan. Produk tersebut dapat digunakan sebagai disinfektan, sabun alami, pupuk cair, hingga bahan dasar pakan ternak yang lebih ramah lingkungan.

Tidak hanya Asriafi, seorang petani muda dari Kecamatan Yosowilangun, Dzaki Fahruddin, juga mengembangkan inovasi serupa. Ia mengumpulkan limbah makanan dapur MBG, lalu mengolahnya menjadi eco enzyme dan pupuk cair untuk membantu kesuburan lahan pertanian miliknya.

"Prosesnya sederhana. Limbah makanan dicacah, dicampur gula merah dan air, lalu difermentasi selama tiga bulan," ujar Dzaki.

Hasilnya, tanaman di lahannya tumbuh lebih sehat, sementara biaya produksi menurun. Keberhasilan itu membuat para petani lain yang sebelumnya ragu kini ikut memanfaatkan limbah MBG sebagai pupuk organik, karena terbukti lebih efisien dan ramah lingkungan.

"Inovasi ini bukan hanya mengurangi sampah, melainkan juga menumbuhkan jiwa wirausaha hijau di kalangan anak muda desa," ucapnya.

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, memberikan apresiasi terhadap upaya para pemuda Lumajang tersebut. Ia menyebut pemanfaatan limbah MBG sebagai contoh nyata praktik ekonomi sirkuler yang mendukung sektor pangan dan gizi.

“Apa yang dilakukan para pemuda di Lumajang membuktikan bahwa program MBG tidak berhenti di dapur. Ada nilai tambah ekonomi, edukasi, dan limbah menjadi tidak terbuang percuma, tetapi justru memberi manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat sekitar," kata Hida.

Ia berharap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat mengembangkan sistem pengelolaan limbah yang produktif sehingga program MBG tidak hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan desa.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0