Pemerintah Siapkan Program Besar Peternakan Ayam Nasional untuk Dukung Makan Bergizi Gratis

AdeAde
Nov 6, 2025 - 22:49
Pemerintah Siapkan Program Besar Peternakan Ayam Nasional untuk Dukung Makan Bergizi Gratis
Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)

Jakarta - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan program besar untuk mengembangkan sektor peternakan ayam pedaging dan petelur. Langkah strategis ini dirancang guna memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Amran menjelaskan, inisiatif tersebut juga diharapkan dapat mendorong pergerakan ekonomi di tingkat desa. Ia menilai kenaikan harga ayam beberapa waktu terakhir merupakan sinyal positif dari meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, bukan karena gangguan pasokan.

“Kenaikan harga ayam justru menunjukkan adanya perputaran ekonomi yang baik di daerah. Ini dampak dari pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujar Amran dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025, Selasa (4/11).

Ia mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan peta jalan pembangunan ekosistem peternakan ayam nasional yang mencakup rantai produksi ayam petelur, ayam pedaging, hingga sistem logistik dan pemasaran. Lokasi pengembangan akan dipusatkan di wilayah yang memiliki harga pangan tinggi agar dapat menstabilkan harga sekaligus memperluas produksi.

Menurut Amran, kebutuhan tambahan untuk menopang program MBG mencapai 700 ribu ton telur dan 1,1 juta ton ayam pedaging per tahun. Program ini diproyeksikan mampu menciptakan 1,4 juta lapangan kerja baru di seluruh Indonesia, terutama di sektor peternakan rakyat.

Pemerintah akan membangun dua ekosistem besar, yakni peternakan ayam petelur dan ayam pedaging. Untuk ayam petelur, BUMN pangan akan menyediakan grand parent stock (GPS), parent stock (PS), pakan, vaksin, obat-obatan, logistik, serta sistem pemasaran. Produksi ayam muda (pullet) ditargetkan mencapai 60,27 juta ekor, yang akan dikelola oleh peternak melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Dari hasil tersebut, diperkirakan akan lahir sekitar 54,79 juta ekor ayam petelur dengan kapasitas produksi 1 juta ton telur per tahun, di mana 700 ribu ton di antaranya dialokasikan untuk program MBG yang melayani lebih dari 82,9 juta penerima manfaat.

Untuk ayam pedaging, sistem pengembangannya dilakukan dengan pola serupa. BUMN pangan akan menyiapkan GPS, PS, FS, pakan, obat hewan, fasilitas pemotongan unggas, pengolahan daging, serta jaringan cold storage dan distribusi. Produksi ayam pedaging diproyeksikan mencapai 1,23 miliar ekor atau setara dengan 1,5 juta ton daging per tahun, di mana sebagian besar akan digunakan untuk program MBG.

Amran menambahkan, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan angka inflasi. Ia menyebut kondisi pangan nasional saat ini menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

“Kami terus mendorong peningkatan produksi agar inflasi pangan bisa terkendali. Bahkan sekarang beras mengalami deflasi — hal yang jarang terjadi, terutama di musim paceklik,” ungkapnya.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0