Pemerintah Siapkan Lonjakan Produksi Protein untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis 2026

AdeAde
Nov 18, 2025 - 08:05
Pemerintah Siapkan Lonjakan Produksi Protein untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis 2026
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) (tengah) menghadiri International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 di Jakarta, Senin (17/11/2025)

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan peningkatan kapasitas produksi pangan berbasis protein guna memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menyasar 82,9 juta penerima mulai 2026.

Ia menjelaskan, kebutuhan harian program tersebut membutuhkan pasokan besar protein hewani dan nabati, seperti telur, daging ayam, ikan, sayur, serta buah. Menurutnya, meski produksi pangan berbasis karbohidrat meningkat dalam beberapa tahun terakhir, sektor protein masih perlu diperkuat.

“Program MBG memerlukan suplai harian yang sangat besar. Jika setiap penerima membutuhkan satu butir telur per hari, berarti tahun depan kita harus menyediakan 82,9 juta butir setiap harinya. Begitu juga dengan ikan dan bahan pangan lainnya,” kata Zulhas dalam paparannya pada International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah berencana membangun tambak ikan skala raksasa seluas kurang lebih 20.000 hektare di Pulau Jawa serta memperluas pengembangan tambak di sekitar 500 kabupaten/kota. Rencana ini diperkuat dengan pembangunan 2.000 desa nelayan pada 2026.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong pengembangan pakan ternak serta peningkatan produksi ayam secara nasional sebagai bagian dari strategi memperkuat pasokan protein. Zulhas menegaskan bahwa besarnya kebutuhan program MBG menuntut dukungan komprehensif dari berbagai sektor pangan.

Ia menambahkan bahwa inovasi dan teknologi tetap menjadi kunci peningkatan produktivitas. Mekanisasi, varietas unggul, riset pertanian, hingga kolaborasi internasional dipandang diperlukan untuk mempercepat transformasi pertanian Indonesia.

“Lima tahun ke depan merupakan periode penting untuk pembangunan besar-besaran menuju kedaulatan pangan,” jelasnya.

Zulhas juga menyinggung bahwa kapasitas pangan nasional terus menunjukkan tren positif. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras tahun ini diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sementara produksi jagung naik sekitar 9 persen.

Ia memastikan Indonesia tidak akan melakukan impor beras di akhir tahun, berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencatat impor sekitar 4,5 juta ton. Tahun ini, menurutnya, pasokan dalam negeri berada pada kondisi surplus sekitar empat juta ton.

“Presiden menegaskan bahwa kedaulatan pangan tidak boleh ditawar. Berapa pun biayanya, kita harus wujudkan,” ujarnya.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0