Mendukbangga Tegaskan Program MBG Jadi Fondasi Ketahanan Gizi Keluarga Indonesia

Oct 12, 2025 - 10:12
Mendukbangga Tegaskan Program MBG Jadi Fondasi Ketahanan Gizi Keluarga Indonesia
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menghadiri acara fasilitasi teknis Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (10/10/2025). (Foto dok: BKKKBN

Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu wujud upaya konkret dalam memperkuat ketahanan gizi keluarga di Indonesia.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri fasilitasi teknis Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat (10/10), bersama Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene.

"Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian besar terhadap gizi keluarga melalui Program MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B). Program ini merupakan langkah nyata memperkuat ketahanan gizi dan kesehatan keluarga Indonesia," kata Mendukbangga Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (11/10).

Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi penting dalam pembangunan nasional. "Jika keluarga Indonesia baik, maka negara juga akan baik," ucapnya.

Menurut Menteri Wihaji, Kemendukbangga/BKKBN memiliki tanggung jawab untuk memastikan laju pertumbuhan penduduk tetap ideal, sekaligus meningkatkan kualitas keluarga Indonesia. Fokus utama diarahkan pada pencegahan stunting melalui persiapan calon orang tua, usia pernikahan yang tepat, serta kecukupan gizi.

Ia juga menekankan bahwa fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu usia 0—2 tahun, menjadi periode paling menentukan yang harus dijaga melalui pemenuhan gizi dan tumbuh kembang yang optimal.

Selain itu, Menteri Wihaji menyoroti perubahan pola interaksi keluarga di era digital. Ia mengatakan kedekatan antara orang tua dan anak cenderung menurun karena banyak anak yang menghabiskan waktu dengan perangkat gawai, padahal komunikasi dan kehadiran orang tua sangat berpengaruh bagi perkembangan anak.

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menegaskan bahwa keluarga adalah ujung tombak dalam upaya pencegahan stunting sekaligus pembentuk generasi unggul.

Ia menilai stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang.

"Kita harus melihat stunting sebagai persoalan bersama. Ini bukan sekadar soal tinggi badan, melainkan tentang bagaimana anak-anak kita bisa tumbuh cerdas, sehat, dan produktif," ujarnya.

Felly juga memberikan apresiasi kepada para guru yang hadir dalam acara tersebut. Menurutnya, peran pendidik sangat strategis karena bukan hanya mengajarkan pengetahuan di sekolah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat terkait gizi, kesehatan, dan kehidupan keluarga.

"Guru bukan hanya pendidik di sekolah, melainkan juga penggerak perubahan di masyarakat. Dengan keteladanan dan pengetahuan, para guru dapat menjadi bagian penting dalam gerakan pencegahan stunting di lingkungan sekitar," paparnya.

Ia mengajak masyarakat Sulawesi Utara untuk bersama-sama mendukung kebijakan pemerintah dalam bidang kependudukan dan pembangunan keluarga.

"Program pencegahan stunting hanya bisa berjalan dengan baik jika ada dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan seluruh masyarakat," ucap Felly Estelita Runtuwene.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0