MBG Dorong Ekonomi Daerah, Ribuan SPPG Jadi Penggerak Tenaga Kerja dan Pangan Lokal
Bogor - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pergerakan ekonomi lokal. Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah terbukti menjadi pengungkit aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa setiap SPPG memiliki efek ekonomi berlapis. Dampak tersebut terlihat dari penyerapan tenaga kerja hingga meningkatnya permintaan terhadap bahan pangan yang bersumber dari daerah sekitar.
“Satu SPPG bisa menyerap sekitar 47 tenaga kerja langsung dan melibatkan sedikitnya 15 pemasok bahan pangan. Ini belum termasuk petani, peternak, dan nelayan yang menjadi bagian dari rantai pasok,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam acara Grand Grand Launching Nasional SPPG MBG–PPUMI Terintegrasi pada selasa, (23/12).
Ia mengungkapkan, hingga kini sebanyak 18.200 SPPG telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Secara nasional, pelaksanaan Program MBG telah membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 800 ribu tenaga kerja, dengan sebagian besar melibatkan perempuan sebagai penggerak utama di tingkat lokal.
Dalam operasional harian, BGN menyalurkan dana sekitar Rp850 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen dialokasikan untuk pembelian bahan baku pangan lokal, sementara 20 persen digunakan untuk kebutuhan tenaga kerja dan operasional.
“Ini peluang besar bagi ekonomi daerah. Program MBG adalah salah satu program yang paling nyata menggerakkan ekonomi masyarakat hari ini,” ujar Dadan.
Melalui skema tersebut, Program MBG tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi lokal, mulai dari hulu hingga hilir, sekaligus memperluas kesempatan kerja di berbagai daerah.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0