Lima Dapur MBG Beroperasi Optimal di Papua Pegunungan, Jayawijaya Jadi Wilayah Terbanyak

Feb 1, 2026 - 18:53
Lima Dapur MBG Beroperasi Optimal di Papua Pegunungan, Jayawijaya Jadi Wilayah Terbanyak
Beberapa pelajar di salah satu SMP di Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang menerima paketan MBG untuk dikonsumsi sebagai sumber gizi bagi generasi muda daerah ini pada Jumat (31/1) 2026. (Foto dok: Antara)

Wamena - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini telah beroperasi secara optimal di wilayah Papua Pegunungan.

Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan, Wahyu Adi Pratama, menyampaikan bahwa seluruh dapur MBG yang telah terdata dan aktif berjumlah lima unit.

“Saat ini dapur MBG yang telah beroperasi di Papua Pegunungan berjumlah lima. Empat berada di Kabupaten Jayawijaya dan satu dapur berada di Kabupaten Yahukimo,” ujar Wahyu di Wamena, Minggu (1/2).

Ia menjelaskan, dapur MBG yang berlokasi di Kabupaten Yahukimo mulai beroperasi lebih awal, yakni sejak Januari 2025. Unit tersebut dikelola oleh Yayasan Baliem Bakti Papua, sebelum dapur-dapur serupa dibuka di Kabupaten Jayawijaya.

“Program MBG lebih dulu berjalan di Yahukimo. Hingga saat ini, penerima manfaat di wilayah tersebut mencapai 1.086 peserta didik dari 18 satuan pendidikan, mulai jenjang PAUD hingga SMA dan SMK,” katanya.

Sementara itu, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Jayawijaya diawali dengan dua dapur, kemudian berkembang menjadi tiga, dan kini bertambah menjadi empat unit dapur yang aktif beroperasi.

Wahyu menuturkan, keempat dapur MBG di Jayawijaya dikelola oleh tiga organisasi, yakni Yayasan Kitong Bisa, Yayasan Yapis, serta Yayasan Baliem Bhakti Papua. Setiap dapur mampu menyiapkan sekitar 3.500 hingga 4.000 paket makanan bergizi setiap hari.

Ia menambahkan, pihaknya terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, agar pelaksanaan Program MBG dapat berjalan berkelanjutan di Papua Pegunungan.

“Harapan kami, ke depan jumlah dapur MBG tidak berhenti di lima unit dan tidak hanya di dua kabupaten. Program ini diharapkan bisa berkembang ke enam kabupaten lainnya agar pemenuhan gizi dapat menjangkau lebih banyak generasi muda Papua Pegunungan,” ujarnya.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0