Insiden Makan Bergizi Gratis di SMKN 1 Sine, BGN Lakukan Investigasi dan Pengawasan
Ngawi - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jagir Sine memberikan tanggapan atas insiden gangguan pencernaan yang dialami beberapa siswa SMKN 1 Sine, Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Rabu (1/10).
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak SPPG segera menghentikan sementara distribusi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, tenaga kesehatan, serta mitra dapur.
"Kami sedang melakukan identifikasi penyebab terjadinya diare pada siswa SMKN 1 Sine. Tim SPPG melakukan evaluasi semua divisi," kata Kepala SPPG Jagir Sine, Sultoni, dalam laporannya.
Dari analisis awal, dugaan sementara mengarah pada menu ayam lada hitam yang disajikan pada 30 September 2025. Untuk memastikan penyebab pasti, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan resmi akan diumumkan setelah seluruh proses uji selesai.
"Kami telah menyerahkan dua sampel makanan kepada Dinas Kesehatan dan Polres Ngawi untuk dilakukan uji laboratorium. Melakukan identifikasi langsung dengan siswa terdampak untuk menelusuri penyebab gejala," jelas Sultoni.
Dari total 43 siswa yang menerima penanganan medis, hingga pukul 22.29 WIB, sebanyak 16 siswa masih dirawat di empat fasilitas kesehatan. Rinciannya, 6 siswa di Puskesmas Ngrambe, 4 siswa di Puskesmas Sine, 5 siswa di Puskesmas Tambakboyo Mantingan, dan 1 siswa di Klinik Aisyiah.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk melakukan investigasi mendalam, memperketat pengendalian mutu, dan meningkatkan pengawasan di seluruh rantai produksi serta distribusi program MBG.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menambahkan bahwa pihaknya telah menyediakan kanal pengaduan masyarakat terkait pelaksanaan Program MBG.
"Kami mengimbau orang tua, guru, maupun masyarakat untuk segera melapor jika menemukan menu yang diduga tidak layak konsumsi, agar bisa segera ditangani," imbuh Hidayati.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0