Insiden di SDN Gedong 01, BGN Tegaskan Keamanan Pangan Tetap Prioritas
Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedong 1 memberikan klarifikasi mengenai laporan dugaan gangguan pencernaan yang dialami sejumlah siswa SDN Gedong 01, Jakarta Timur, pada Selasa (30/9).
Kepala SPPG Gedong 1, Agatha, menjelaskan bahwa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari tersebut terdiri dari mi goreng bakso, telur dadar, tahu goreng, tumis sawi hijau wortel, dan buah strawberry. Namun, sekitar pukul 08.00 WIB, pihak sekolah melaporkan bahwa 20 dari total 245 siswa yang menerima menu mengalami muntah-muntah.
Menanggapi laporan ini, SPPG segera menghentikan produksi dan distribusi makanan, menarik kembali paket yang sudah terdistribusi, serta bekerja sama dengan pihak puskesmas untuk penanganan medis.
"Sebanyak 15 siswa diobservasi oleh dokter dan 5 dibawa langsung ke IGD. Pada hari yang sama, semua siswa dipulangkan setelah dinyatakan aman. Saat ini 17 siswa telah kembali ke sekolah, sementara 3 siswa masih beristirahat di rumah," jelas Agatha dalam laporannya pada Rabu (1/10).
Selain itu, SPPG melakukan penarikan paket makanan dari sekolah lain yang telah menerima distribusi, meskipun tidak ada laporan kejadian serupa di sekolah tersebut. Agatha menambahkan bahwa sebelum makanan dibagikan, penanggung jawab sekolah, relawan, ahli gizi, dan Kepala SPPG melakukan uji cicip untuk memastikan kualitas dan keamanan menu.
Pengecekan awal menunjukkan makanan dalam kondisi aman, tanpa aroma atau tanda fisik yang mencurigakan. Dugaan sementara mengarah pada menu mi goreng. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama puskesmas setempat telah mengambil sampel untuk diuji di laboratorium, dan hasil resmi masih menunggu konfirmasi.
Untuk siswa yang terdampak, pihak SPPG telah memberikan kompensasi dan menanggung biaya pengobatan.
"Yayasan dan Kepala SPPG memberikan kompensasi kepada sekolah dan siswa, termasuk pemberian susu netralisir sesuai arahan dokter yang hadir. Kami juga mendampingi dan menanggung biaya pengobatan siswa," tambah Agatha.
Langkah pencegahan dilakukan SPPG untuk mencegah kejadian serupa, antara lain meningkatkan pengawasan proses pembuatan dan distribusi mi goreng, melakukan pemeriksaan kualitas menu secara rutin, serta memberikan pelatihan keamanan pangan kepada staf dapur.
Di kesempatan terpisah, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan komitmen BGN menjaga kualitas program prioritas pemenuhan gizi nasional.
"Kami membuka kanal pengaduan masyarakat dan siap menindaklanjuti setiap laporan terkait keamanan pangan. Semua pihak diharapkan berperan aktif dalam pengawasan," tegas Hidayati.
Hidayati menambahkan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi nasional untuk memperbaiki sistem produksi dan distribusi makanan.
"Program MBG adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Pengawasan mutu tidak boleh kendur dan harus diperkuat di semua level," pungkasnya.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0