Gelombang Baru Industri Susu Nasional di Balik Segelas Susu Program MBG

Oct 23, 2025 - 14:49
Gelombang Baru Industri Susu Nasional di Balik Segelas Susu Program MBG
Ilustrasiindustri Susu Nasional. (Foto dok: BGN)
  • Susu Harian untuk Anak, Harapan Baru untuk Peternak

    Di banyak sekolah, segelas susu yang hadir setiap pagi mungkin terlihat sederhana. Namun di balik rutinitas itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pelan-pelan menciptakan perubahan yang jauh lebih besar. Program yang dirancang untuk memperkuat gizi anak bangsa ini kini menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi ribuan peternak sapi perah lokal di Indonesia.

    Kebutuhan susu harian dalam MBG telah mengubah pola permintaan nasional. Dari yang awalnya berfokus pada konsumsi harian anak sekolah, kini konsumsi itu membuka peluang besar bagi industri susu segar dalam negeri yang selama bertahun-tahun masih bergantung pada impor.

  • Lonjakan Permintaan: Peluang yang Tak Pernah Terbayangkan

    Menurut Tim Pakar Bidang Susu BGN sekaligus Guru Besar Ilmu dan Teknologi Susu IPB, Prof. Epi Taufik, lonjakan permintaan susu akibat pelaksanaan MBG menciptakan ruang pertumbuhan baru bagi peternak lokal.

    “Sebelum ada MBG, kebutuhan susu nasional sekitar 4,7 juta ton per tahun. Dengan adanya MBG, permintaan naik menjadi lebih dari 8 juta ton per tahun. Ini artinya, ada ruang pertumbuhan besar bagi peternak lokal untuk mengisi pasar yang selama ini dikuasai impor,” ujar Prof. Epi di Jakarta, Selasa (15/10).

    Ia menambahkan bahwa hampir seluruh produksi susu segar nasional saat ini berasal dari peternak lokal dan skala menengah.

    “Dengan MBG, pasar domestik menjadi lebih pasti. Peternak lokal memiliki insentif kuat untuk meningkatkan produksi, kualitas, dan kapasitas usaha mereka,” katanya.

    Kepastian pasar inilah yang mulai mendorong banyak peternak untuk memperbesar populasi sapi, memperbaiki manajemen pakan, hingga mempertimbangkan investasi peralatan modern.

  • Peta Jalan 2025–2029: Memperkuat Fondasi Produksi Nasional

    Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk mengokohkan kembali industri susu nasional. Dalam peta jalan tersebut, terdapat kebijakan besar yang mencakup impor satu juta ekor sapi perah dari negara produsen seperti Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

    “Program MBG menciptakan efek domino positif. Dari peternakan, pakan, hingga industri pengolahan susu, semuanya ikut bergerak. Ini kebijakan gizi yang berdampak ekonomi luas,” tegasnya.

    Kebijakan ini bukan sekadar penambahan populasi sapi, tetapi juga upaya memastikan rantai pasok susu segar nasional semakin kokoh dan mandiri.

  • Target Kandungan Susu Segar Lokal Terus Naik

    Sejak awal, Presiden menekankan bahwa bahan baku MBG harus memprioritaskan produk peternak lokal. Karena itulah kandungan susu segar minimum 20 persen dalam program ini tidak akan berhenti di angka tersebut. Pemerintah memastikan peningkatan bertahap akan terus dilakukan setiap tahun.

    “Kita realistis dengan kondisi sekarang, tapi berkomitmen pada peningkatan bertahap. Setiap tahun target kandungan susu segar lokal dalam MBG akan naik agar peternak lokal menjadi pemain utama di industri susu nasional,” tutup Hida.

  • Lebih dari Sekadar Program Gizi

    Di banyak desa, peternak merasakan perubahan langsung dari kebijakan ini, dari meningkatnya serapan susu segar, stabilnya pendapatan, hingga terbukanya peluang modernisasi usaha. Di tingkat nasional, dampaknya bahkan lebih besar: membangun fondasi kemandirian susu segar Indonesia.

    Program MBG kini bergerak dua arah: memberi gizi yang layak kepada jutaan anak, sekaligus memperkuat ekonomi lokal yang menjadi tulang punggung produksi pangan bangsa.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0