Fasli Jalal: Optimalisasi Posyandu Kunci Percepatan Penyaluran MBG untuk Ibu Hamil dan Balita
-
Optimalisasi Posyandu untuk Penyaluran MBG
Rektor Universitas YARSI, Fasli Jalal, mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) serta seluruh pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memaksimalkan fungsi posyandu dalam mempercepat penyaluran makanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Kita sudah punya posyandu, bidan desa, dan tenaga gizi yang sebetulnya tinggal menghubungkan saja siapa ibu hamil itu, di mana mereka, ke posyandu mana, ke bidan desa mana, dan kemudian bagaimana makanan yang tersedia ini disalurkan kepada mereka," katanya dikutip dari ANTARA di Jakarta, Jumat (21/11).
Ia menilai struktur layanan kesehatan di tingkat desa sudah memadai sehingga tinggal diperkuat koordinasinya agar distribusi makanan bergizi berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
-
Tantangan Penyaluran MBG untuk Kelompok Ibu dan Balita
Fasli mengakui bahwa penyaluran MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita belum sebesar penyaluran untuk anak sekolah. Salah satu penyebabnya adalah penyebaran sasaran yang lebih luas dan tidak tersentral seperti halnya siswa di sekolah.
"Tapi memang karena dia tersebar, tentu tidak gampang, sementara sekolah kan lebih gampang. Jadi, perhatian ke sekolah sekarang oke karena dia lebih cepat, bisa dijangkau, dan lebih terkumpul pengelolaannya, namun untuk perbaikan gizi yang langsung menurunkan stunting di seribu hari pertama kehidupan (usia 0-2 tahun) itu yang terpenting ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," paparnya.
Dengan kondisi tersebut, ia menilai program harus memperkuat intervensi pada kelompok usia dini karena dampaknya sangat signifikan pada pencegahan stunting.
-
Fokus Utama: Pembangunan SDM dalam 1.000 HPK
Sebagai mantan Kepala BKKBN periode 2013–2015, Fasli menekankan bahwa tujuan utama MBG adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun.
"MBG ini sangat menguntungkan untuk seribu hari pertama kehidupan (usia 0-2 tahun) yang dunia memprioritaskan. Jadi, kita jangan terlambat atau menyerah dengan kesulitan dalam memberikan makanan pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita karena sebetulnya ini target utama," ucap Fasli.
Ia menilai kelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) harus menjadi prioritas absolut karena merupakan fase emas untuk mencegah gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
-
Pemberdayaan Dapur Desa dan Posyandu
Menurut Fasli, dapur desa atau posyandu dapat diberdayakan untuk menyediakan menu makanan sesuai kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dengan pendekatan berbasis komunitas, pengawasan serta distribusi dapat dilakukan lebih dekat dan lebih cepat.
"Kalau ibu hamil sudah kita berikan perhatian yang baik, anaknya yang lahir tidak akan stunting, tidak akan berat badan lahir rendah, dan dia akan menjadi awal dari seribu hari pertama kehidupan yang bagus," tuturnya.
Upaya tersebut dinilai dapat memberi dampak jangka panjang dalam keberhasilan program MBG dan kualitas generasi yang akan datang.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0