Dinkes Pamekasan Latih SPPG Agar Program MBG Bebas Kasus Keracunan

Oct 22, 2025 - 19:37
Dinkes Pamekasan Latih SPPG Agar Program MBG Bebas Kasus Keracunan
Bimbingan teknik cara mencegah keracunan makanan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Nyalabu Daya, Pamekasan, Rabu (22/10/2025).

Pamekasan - Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, memberikan pembinaan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat sebagai langkah preventif untuk menghindari terulangnya kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kegiatan ini kami lakukan karena kami tidak ingin kasus serupa terulang di Kabupaten Pamekasan," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pamekasan, Ahmad Syamlan, saat meninjau Bimbingan Teknis Penyuluhan Keamanan Pangan bagi Penjamah Makanan di Nyalabu Daya, Rabu (22/10).

Ahmad Syamlan menekankan bahwa keamanan pangan merupakan fondasi utama untuk membangun generasi yang sehat. Para penyedia makanan tidak hanya bertugas memasak dan menyajikan, tetapi juga wajib memastikan proses pengolahan mengikuti standar higiene dan sanitasi.

Materi bimtek fokus pada keamanan penyajian menu MBG, termasuk cara mencegah keracunan makanan dan potensi risiko lainnya bagi penerima program. "Tujuannya untuk memastikan bahwa semua penjamah makanan memahami cara-cara untuk mencegah terjadinya keracunan makanan," jelasnya.

Untuk mencegah keracunan, Ahmad Syamlan mengingatkan lima kunci aman pangan: pertama, menjaga suhu pangan sesuai standar; kedua, memastikan kualitas air dan bahan baku; ketiga, menjaga kebersihan personal dan lingkungan SPPG; keempat, memasak makanan hingga matang sempurna; dan kelima, menyampaikan informasi batas waktu konsumsi makanan kepada penerima manfaat.

"Keracunan biasanya terjadi karena makanan dikonsumsi melebihi tenggat waktu layak makan, misalnya seharusnya dimakan pukul 8 tetapi baru dikonsumsi lewat pukul 10," tambahnya.

Selain itu, petugas Dinkes menekankan pentingnya menjaga kebersihan saat distribusi MBG, termasuk mobil pengangkut yang harus dibersihkan setiap hari, serta perilaku penjamah yang wajib menggunakan masker dan sarung tangan.

"Kami berharap perilaku lima kunci aman pangan ini bisa terus diterapkan, sehingga kasus-kasus yang tidak diinginkan dalam program MBG tidak terjadi lagi di masa depan," ujar Ahmad Syamlan.

Sebelumnya, kasus keracunan pada program MBG di Pamekasan sempat terjadi di beberapa lembaga pendidikan dengan total korban mencapai 37 orang.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0