Cerita dari SD Negeri 107 Palembang dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

Nov 30, 2025 - 22:25
Cerita dari SD Negeri 107 Palembang dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis
Berikut keterangan foto yang telah dituliskan ulang: **Pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) berlangsung di SD Negeri 107 Palembang, Jumat (28/11/2025).**
  • Makanan Sehat yang Menguatkan Langkah Anak Sekolah

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirancang pemerintah telah menjangkau banyak sekolah di berbagai daerah, termasuk SD Negeri 107 Palembang. Sejak resmi dimulai pada Januari 2025, sekolah ini menjadi salah satu tempat yang merasakan manfaat nyata dari penyediaan menu makanan sehat dan lengkap untuk para siswanya. Bukan hanya sekadar pembagian makanan, program ini membawa pendekatan baru: menjadikan pemenuhan gizi sebagai bagian dari sistem pendidikan dan proses tumbuh kembang pelajar.

    Sekolah ini menerima berbagai hidangan bergizi setiap harinya. Menu yang dikirimkan dari dapur penyedia sudah dirancang sesuai kebutuhan energi harian anak, mulai dari telur, ayam, daging, sayuran, buah-buahan hingga susu yang menjadi pelengkap utama. Perhatian terhadap komposisi menu ini diharapkan memberi anak energi yang cukup untuk mengikuti pembelajaran di kelas tanpa mengalami kekurangan asupan yang dapat menghambat konsentrasi.

    Di tengah upaya pemerintah memerangi masalah kekurangan gizi dan kebiasaan makan yang tidak seimbang, keberadaan MBG menjadi bentuk intervensi langsung yang dirasakan orang tua, tenaga pendidik, dan anak-anak di sekolah tersebut. Program ini tidak hanya memberi makanan, tetapi juga menanamkan kebiasaan makan lebih baik sejak dini.

  • Upaya Mengatur Distribusi dengan Tertib

    Di SD Negeri 107 Palembang, proses distribusi makanan berlangsung dua kali dalam sehari. Penjadwalan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban, menghindari kerumunan, dan memastikan seluruh siswa mendapatkan porsi makanan yang sama. Koordinator pendistribusian MBG di sekolah tersebut, Febi Indah Sari, menjelaskan bahwa jumlah porsi yang diterima sekolah sangat besar dan membutuhkan pengaturan yang detail agar pembagian berjalan lancar.

    “Sekolah menerima 885 porsi makanan bergizi setiap hari. Pembagian dilakukan dalam dua sesi, yaitu pukul 08.00 untuk kelas 1, 2, 5, dan 6, serta pukul 12.00 untuk kelas 3 dan 4,” ujar Febi, Jumat (28/11/2025).

    Lewat dua sesi ini, petugas sekolah dapat memastikan bahwa setiap kelas memiliki jadwal tersendiri untuk mengambil makanan. Para guru pun turut membantu, memastikan murid-murid mengambil kotak makan dari barisan yang telah diatur. Tidak ada kepanikan, tidak ada keributan, dan para murid dengan sabar menunggu giliran mereka. Kotak makan atau ompreng stanlis yang dibagikan juga menunjukkan komitmen pemerintah terhadap penggunaan wadah yang aman dan ramah lingkungan.

  • Suasana Pembagian yang Disiplin dan Antusiasme Anak-Anak

    Dari pantauan yang dilakukan RRI di lapangan, suasana pembagian makanan terlihat rapi dan terkendali. Para siswa berdiri berbaris sambil memegang ompreng masing-masing, menunggu panggilan dari guru. Disiplin anak-anak ini bukan muncul begitu saja, tetapi dibangun melalui pembiasaan yang telah berlangsung sejak awal program MBG diterapkan.

    Guru-guru yang bertugas membagikan makanan tampak cekatan dan selalu memastikan setiap anak menerima porsi makanan yang lengkap. Interaksi kecil antara guru dan murid, seperti ajakan untuk tidak terburu-buru, untuk bersabar, atau untuk tidak menjatuhkan makanan, menjadi bagian kecil dari pendidikan karakter yang berjalan bersamaan dengan program ini.

    Selain itu, keberadaan menu yang variatif membuat anak-anak semakin antusias setiap kali jadwal pembagian tiba. Mereka kerap membicarakan apa menu yang mereka dapatkan hari itu, apakah ayam, telur, atau mungkin daging. Semangat ini memberikan suasana positif yang turut meningkatkan minat mereka datang ke sekolah.

  • Penyesuaian Selama Masa Ujian Tanpa Mengurangi Layanan

    Awal bulan Desember menjadi masa ujian semester ganjil bagi seluruh siswa. Meski begitu, pihak sekolah memastikan bahwa program MBG tidak ikut berhenti. Makanan tetap dikirimkan sesuai jadwal untuk murid yang masih mengikuti aktivitas sekolah.

    Namun terdapat penyesuaian bagi siswa kelas 1 dan 2, yang telah memasuki masa libur lebih awal usai menyelesaikan ujian mereka. Untuk dua level kelas ini, pengiriman makanan dari dapur SPPG dihentikan sementara. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi pemborosan makanan dan distribusi dapat lebih tepat sasaran.

    Penyesuaian ini menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaan program, bahwa MBG tidak berjalan secara kaku tetapi mempertimbangkan kondisi sekolah, masa belajar, dan kebutuhan tiap kelas. Pihak SD Negeri 107 Palembang memastikan siswa yang masih aktif belajar tetap mendapatkan hak mereka atas makanan bergizi.

  • Suara Jujur dari Anak-Anak tentang Program yang Mereka Nikmati

    Program MBG bukan hanya program dari sisi pemerintah maupun sekolah; ia menyentuh kehidupan nyata anak-anak yang menerimanya. Banyak siswa yang ditemui secara langsung menyatakan kegembiraan mereka. Mereka menyukai menu yang disediakan dan merasa makanan tersebut enak serta membuat mereka lebih bersemangat untuk mengikuti pelajaran.

    Harapan juga muncul dari mulut mereka. Tidak sedikit murid yang berharap variasi menu lebih banyak lagi agar mereka tidak bosan dan tetap menikmati makanan yang diberikan. Masukan seperti ini penting karena menunjukkan bahwa anak-anak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga sumber evaluasi yang jujur tentang bagaimana program sebaiknya berjalan.

    Makanan yang sehat dan bergizi menjadi salah satu penopang utama agar mereka dapat belajar dengan baik, terutama ketika jadwal sekolah padat dan mata pelajaran menuntut konsentrasi tinggi. Ketika mereka bisa makan dengan cukup dan sehat, energi mereka menjadi stabil, dan fokus belajar meningkat.

  • Langkah Kecil yang Mengubah Banyak Hal di Sekolah

    Penyelenggaraan MBG di SD Negeri 107 Palembang membawa dampak yang lebih luas daripada sekadar membagikan makanan. Kegiatan ini membentuk budaya baru di sekolah: budaya makan teratur, budaya disiplin menunggu giliran, budaya menjaga kebersihan wadah makan, hingga budaya menghargai makanan.

    Bagi guru, program ini mempermudah tugas mereka dalam memastikan murid tidak belajar dalam keadaan lapar. Bagi orang tua, program ini meringankan beban harian sekaligus memberi ketenangan bahwa anak mereka mendapatkan makanan sehat saat berada di sekolah. Bagi para siswa, program ini menjadi bagian dari rutinitas yang ditunggu-tunggu setiap hari.

    Program MBG bukan hanya bagian dari kebijakan negara untuk memperbaiki gizi anak sekolah, tetapi investasi jangka panjang yang memperkuat fondasi pendidikan. Ketika anak-anak sehat, mereka belajar lebih baik, mampu mencapai capaian akademik lebih tinggi, dan tumbuh menjadi generasi yang tangguh.

    Seperti yang dituliskan dalam laporan RRI dan juga tercermin dalam suasana di sekolah tersebut program ini semakin diterima dan disukai karena manfaatnya terasa langsung di ruang kelas, di rumah, dan dalam perjalanan tumbuh kembang anak-anak.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0