BKKBN Dorong Integrasi MBG dengan Program Dashat untuk Percepatan Layanan Gizi Ibu dan Balita

Oct 2, 2025 - 21:51
BKKBN Dorong Integrasi MBG dengan Program Dashat untuk Percepatan Layanan Gizi Ibu dan Balita
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (dua dari kanan) saat menghadiri konferensi pers terkait penanganan kejadian luar biasa (KLB) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Jakarta - Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji mengungkapkan bahwa sebanyak 1,3 juta ibu hamil hingga balita tercatat telah menerima manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ke depan, ia berharap pendistribusian makanan bergizi bagi kelompok sasaran tersebut dapat diperkuat melalui kolaborasi dengan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

"Sudah 1,3 juta (ibu hamil hingga balita) yang menerima," ujarnya usai menghadiri konferensi pers terkait penanganan kejadian luar biasa (KLB) keracunan MBG di Jakarta, Kamis (2/10).

Data dari aplikasi dialur BGN per 17 September 2025 menunjukkan, penerima manfaat MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD mencapai 1.323.307 orang, atau sekitar 5,13 persen dari total perkiraan sasaran 25.777.757 jiwa berdasarkan Proyeksi Penduduk, Susenas, dan Pendataan Keluarga.

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI pada Rabu (1/10), Wihaji juga menyampaikan usulan model percepatan penyaluran MBG bagi sasaran ibu dan balita dengan mengintegrasikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan program Dashat. Ia menilai pendekatan ini memungkinkan untuk diterapkan baik di kawasan yang mudah dijangkau maupun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurutnya, pengelola Dashat selama ini telah memiliki pengalaman dalam penyediaan makanan tambahan, termasuk Makanan Pendamping ASI (MPASI) bagi bayi usia 6–12 bulan. Inovasi pelayanan Dashat tersebut juga pernah mendapatkan penghargaan dari Kemenpan-RB sebagai salah satu inovasi pelayanan publik terbaik tahun 2025. Kini, terdapat sekitar 17.690 unit Dashat yang tersebar di berbagai daerah.

Ia menambahkan bahwa Kemendukbangga/BKKBN telah menjalin sinergi strategis dengan Badan Gizi Nasional (BGN), mencakup optimalisasi tenaga lapangan, pemanfaatan data gizi dan stunting, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi program.

"Distribusi MBG bagi sasaran 3B sangat penting agar ibu dan anak Indonesia terpenuhi kebutuhan gizinya serta terhindar dari risiko stunting," ujarnya.

Kader pendamping MBG untuk kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, kata Wihaji, merupakan kader KB dan PKK yang memegang peran penting dalam pencatatan, pelaporan, distribusi, edukasi, hingga pemantauan di lapangan.

Menurut laporan Perwakilan BKKBN Provinsi, hingga 30 September 2025 terdapat 1.927 SPPG yang melayani kelompok sasaran tersebut, sementara jumlah kader pendamping yang terlibat mencapai 18.872 orang.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0