BGN Tetapkan Batas Kapasitas Harian SPPG untuk Jaga Mutu Layanan Program MBG

AdeAde
Oct 30, 2025 - 10:32
BGN Tetapkan Batas Kapasitas Harian SPPG untuk Jaga Mutu Layanan Program MBG
Ilustrasi SPPG

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menegaskan batasan kapasitas produksi makanan harian pada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini tercantum dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 244 Tahun 2025 yang merupakan perubahan ketiga dari petunjuk teknis penyelenggaraan bantuan pemerintah MBG tahun anggaran 2025.

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa satu SPPG pada kondisi standar dirancang untuk menyiapkan hingga 2.500 porsi makanan bergizi setiap hari. Jumlah ini mencakup maksimal 2.000 porsi untuk peserta didik dan 500 porsi untuk kelompok non-peserta didik atau kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pembatasan kapasitas ini sangat penting untuk menjaga kualitas layanan gizi, termasuk keamanan pangan serta efektivitas proses penyelenggaraan.

“Standar 2.500 porsi per hari dibuat agar setiap SPPG dapat menjaga kualitas pelayanan, mulai dari proses pengolahan, penyajian, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat,” kata Nanik di Jakarta, Rabu (29/10).

Ia kemudian menyampaikan bahwa kapasitas tersebut dapat ditingkatkan pada kondisi tertentu.

“Namun, apabila SPPG memiliki tenaga juru masak yang kompeten dan bersertifikat dari BNSP, kapasitasnya dapat ditingkatkan hingga maksimal 3.000 porsi per hari,” ujarnya menambahkan.

Kenaikan kapasitas ini hanya diperbolehkan jika SPPG telah memenuhi persyaratan sumber daya manusia khusus, terutama keberadaan juru masak bersertifikat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Meskipun demikian, komposisi maksimalnya tetap sama, yakni 2.500 porsi untuk peserta didik dan 500 porsi untuk kelompok 3B.

Nanik menegaskan bahwa pengaturan kapasitas ini bukan semata soal jumlah porsi, tetapi juga bagian dari mekanisme pengendalian agar fasilitas dapur layanan MBG tetap beroperasi dalam batas kemampuan yang sesuai.

“Kami ingin memastikan bahwa peningkatan kapasitas tidak mengorbankan kualitas gizi dan keamanan pangan. Karena prinsip utama program ini adalah memberi makanan bergizi, aman, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0