BGN Tegaskan Susu MBG Tetap Berkualitas Meski Produksi Lokal Masih Terbatas

AdeAde
Oct 16, 2025 - 10:53
BGN Tegaskan Susu MBG Tetap Berkualitas Meski Produksi Lokal Masih Terbatas
Ilustrasi industri Susu Nasional. (Foto dok: BGN)

Bogor - Di tengah kondisi produksi susu segar dalam negeri yang belum mampu memenuhi kebutuhan nasional, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa kualitas susu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dirancang setara dengan susu segar berkualitas tinggi. Komitmen ini menunjukkan bahwa pemenuhan gizi anak Indonesia tetap menjadi prioritas, sekalipun produksi lokal belum sepenuhnya mandiri.

Prof. Epi Taufik, Tim Pakar Bidang Susu BGN sekaligus Guru Besar Ilmu dan Teknologi Susu dari Fakultas Peternakan IPB, menjelaskan bahwa penetapan minimal 20 persen kandungan susu segar lokal bukanlah kompromi semata, melainkan langkah yang dirumuskan dengan pendekatan ilmiah.

“Kita tidak menurunkan standar gizi hanya karena keterbatasan bahan baku. Walau kandungan susu segarnya 20 persen, nilai gizinya disusun agar setara dengan susu segar penuh. Kandungan proteinnya, lemaknya, kalsiumnya semua mengikuti standar susu segar,” ujar Prof. Epi di Bogor, Kamis (15/10).

Ia menambahkan bahwa kemampuan produksi susu segar lokal baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional. Namun, menurutnya, hadirnya MBG justru mendorong kebangkitan industri susu nasional.

“Sebelum MBG, produksi nasional baru sekitar 1 juta ton per tahun. Dengan MBG, permintaan melonjak hingga 8 juta ton per tahun. Artinya, ini momentum besar bagi peternak lokal untuk bangkit,” tambahnya.

Dari sisi kebijakan, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak lebih luas dari sekadar pemberian makanan. Ia menyebut program ini ikut menggerakkan ekonomi nasional melalui penyerapan produk peternak dan pelaku usaha kecil.

“Program ini menyerap hasil peternak lokal, membuka lapangan kerja baru, dan memberi kepastian pasar bagi pelaku usaha kecil di sektor pangan. Jadi, anak-anak tumbuh sehat, sementara ekonomi desa ikut bergerak maju,” ujar Hida.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa BGN telah menyiapkan peta jalan peningkatan penggunaan susu segar lokal, dengan target peningkatan bertahap sejalan dengan bertambahnya kapasitas produksi dan populasi sapi perah nasional.

“Keterbatasan produksi hari ini bukan alasan untuk menurunkan kualitas. Justru ini menjadi titik awal menuju kemandirian susu nasional. Dari MBG, kita membangun rantai nilai yang menguntungkan anak-anak, peternak, dan bangsa,” tutup Hida.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0