BGN Tegaskan Keterbukaan Informasi sebagai Pilar Penguatan Program MBG

AdeAde
Nov 19, 2025 - 21:29
BGN Tegaskan Keterbukaan Informasi sebagai Pilar Penguatan Program MBG
Dadan saat presentasi, didampingi Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, Rabu (19/11). (Foto dok: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan edukasi gizi sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan tersebut disampaikan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam Uji Publik Keterbukaan Informasi yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat sebagai rangkaian Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik di Jakarta, Rabu (19/11).

“BGN berkomitmen untuk terus membuka informasi publik dan memberikan edukasi seluas-luasnya. Program ini bukan hanya tentang tumbuh kembang sumber daya manusia, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang,” ujar Dadan saat presentasi, didampingi Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati.

Dalam paparannya, Dadan menyampaikan bahwa BGN telah memperluas akses komunikasi publik melalui berbagai layanan informasi. Beragam kanal telah dioperasikan, mulai dari Dashboard Utama BGN, Portal Mitra BGN, Tauwas Care, JDIH BGN, PPID BGN, platform media sosial, hingga Call Center Sahabat Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI) 127.

“Ada 127 operator yang bekerja di balik layanan Call Center SAGI 127. Layanan ini baru diluncurkan pada 17 November 2025 dan beroperasi 24 jam dengan sistem shifting. Ini bentuk nyata komitmen kami dalam menyediakan layanan informasi publik,” jelasnya.

Salah satu panelis, Komisioner Komisi Informasi Pusat, Gede Narayana, memberikan apresiasi atas upaya BGN dalam merespons isu-isu terkait jalannya Program MBG.

“Akselerasinya sudah tinggi. Saya beberapa kali hadir di kegiatan BGN dan melihat bahwa keterbukaan informasi publik di BGN dilaksanakan dengan cukup kuat oleh pimpinan dan seluruh jajaran,” kata Gede.

Dadan menambahkan bahwa pemerataan informasi hingga wilayah terpencil menjadi fokus penting. Ia menilai keberadaan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sangat menentukan, mengingat mereka tersebar di seluruh daerah. Dengan penguasaan informasi yang memadai, SPPI diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat mengenai program dan pemenuhan gizi seimbang.

Di akhir sesi, Dadan kembali menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memperbaiki kualitas layanan publik serta memastikan manfaat Program MBG dapat dirasakan secara menyeluruh oleh semua lapisan masyarakat.

“Kami berupaya agar program ini berjalan dengan baik, masyarakat semakin teredukasi, mitra yang berkontribusi mendapatkan penghargaan yang layak dari negara, dan pemanfaatan rantai pasok dapat ikut menggerakkan ekonomi desa,” tutupnya.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0