BGN Luncurkan Kampanye Nasional “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia” untuk Perkuat Literasi Gizi

Nov 17, 2025 - 23:34
BGN Luncurkan Kampanye Nasional “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia” untuk Perkuat Literasi Gizi
Kepala BGN, Dadan Hindayana bersama anak sekolah dalam kampanye Makan Bergizi Hak Anak Indonesia. (Foto dok: BGN)

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi memperkenalkan kampanye nasional bertema “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia” pada acara yang digelar di Jakarta, Senin (17/11). Peluncuran ini dimaksudkan untuk memperluas pemahaman publik mengenai pentingnya asupan gizi bagi anak sekolah sekaligus menegaskan bahwa makanan bergizi merupakan hak mendasar setiap anak, bukan bentuk bantuan sosial.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan ajakan bersama untuk bergerak secara kolektif.

“Kampanye ini adalah gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, orang tua, guru, dan komunitas untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam pemenuhan hak gizinya,” ujarnya.

Dadan menegaskan bahwa pemenuhan gizi merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.

“Asupan yang tepat tidak hanya membuat anak sehat secara fisik, tetapi juga memperkuat kemampuan intelektual dan ketahanan mental mereka. Inilah fondasi utama untuk membentuk generasi penerus yang kuat,” jelasnya.

Kampanye ini mengusung dua pesan inti, yaitu “Anak kenyang, anak siap belajar” dan “Gizi bukan bantuan, ini hak”. Kedua pesan tersebut menegaskan keterkaitan langsung antara gizi yang cukup dengan kemampuan anak untuk fokus belajar, sekaligus menempatkan pemenuhan gizi sebagai tanggung jawab moral bersama.

“Kecukupan gizi membantu anak berkonsentrasi, memahami pelajaran, dan menyerap informasi secara efektif. Sementara pengakuan bahwa gizi adalah hak menuntut tanggung jawab bersama untuk memenuhinya tanpa pengecualian,” tambah Dadan.

Selain aspek edukasi, kampanye ini juga menampilkan kontribusi ekonomi yang dihasilkan Program MBG dalam menggerakkan petani dan pelaku UMKM. Dengan terbentuknya rantai pasok pangan lokal yang lebih kuat, program ini mampu memberdayakan produsen bahan pangan di berbagai daerah.

“MBG menjadi katalis ekonomi yang memberi manfaat ganda, yaitu memastikan anak mendapat asupan sehat sambil memberdayakan petani dan UMKM untuk memperkuat ekonomi desa,” tutur Dadan.

Ia juga menyoroti bahwa program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mencetak Sumber Daya Manusia unggul melalui revolusi gizi sekolah yang inklusif. Program MBG bahkan telah mendapatkan apresiasi internasional, termasuk dari UNICEF dan WFP, yang menilai program ini sebagai salah satu inisiatif pemberian makan terbesar di dunia.

Diluncurkan sejak Januari 2025, program ini telah menjangkau jutaan anak sekolah sebagai dukungan bagi tumbuh kembang mereka menuju target Indonesia Emas 2045. Dampak positif program ini mulai tampak melalui pengalaman para siswa. Dalam acara peluncuran, dua penerima manfaat MBG, Kasim dari Raja Ampat dan Almira dari Garut berbagi cerita tentang manfaat nyata yang mereka rasakan sejak menerima makanan bergizi setiap hari di sekolah.

Kampanye “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia” akan diperluas melalui berbagai medium seperti konten kreatif, kisah lapangan, serta analisis publik terkait pelaksanaan program. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan literasi gizi, membangun persepsi positif, serta menjaga narasi publik tetap objektif dan konstruktif.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0