BGN Lebak Apresiasi 31 Dapur SPPG yang Jalankan Program MBG Tanpa Kasus Keracunan
Lebak - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Banten, menyampaikan penghargaan kepada 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini menjalankan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan aman serta tidak menimbulkan insiden keracunan pada para penerima manfaat.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani, saat dihubungi di Lebak, Selasa (14/10), mengatakan bahwa lembaganya terus meningkatkan pengawasan dan pemantauan guna memastikan implementasi MBG berjalan mulus dan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
"Kita terus mengoptimalkan pengawasan dan pemantauan agar pelaksanaan Program MBG berjalan lancar untuk memberikan kualitas pemenuhan gizi bagi pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa distribusi makanan yang dikirim dari dapur-dapur SPPG ke sekolah-sekolah sejauh ini berlangsung tanpa kendala.
Menurutnya, kualitas pengelolaan SPPG juga semakin meningkat, baik dari sisi higienitas produksi maupun variasi menu yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima.
Asep menegaskan bahwa tidak ditemukan laporan keluhan dari pelajar maupun kelompok penerima lainnya. Bahkan kebutuhan khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita telah disusun secara berbeda dari menu pelajar.
"Kami sekarang terus mengoptimalkan pengawasan dan pemantauan melibatkan Satgas MBG guna menghindari makanan yang bisa menimbulkan keracunan," tambahnya.
Lebih jauh, ia menyebut BGN Kabupaten Lebak terus memberikan pelatihan kepada para pengelola SPPG agar mereka dapat memperoleh Sertifikat Penjamah Makanan, Sertifikat Halal, dan Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikasi tersebut, katanya, sangat penting untuk memastikan mutu makanan tetap terjaga serta aman dikonsumsi.
"Sudah belasan SPPG mengikuti pelatihan, namun perolehan sertifikat itu dalam proses," ungkapnya.
Kepala SDN 01 Kadu Agung Timur di Kabupaten Lebak, Lilis Sulastri, turut menyampaikan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai MBG memberikan dampak positif bagi motivasi belajar siswa.
"Anak-anak di sini merasa senang dan bahagia dengan mendapatkan makanan yang bergizi dan berprotein, juga kehadiran anak untuk mengikuti proses kegiatan belajar mengajar cukup tinggi dan semua hadir," katanya.
Menurutnya, sekolah yang ia pimpin menerima bantuan MBG untuk 353 siswa, dan hal itu berdampak pada peningkatan kecerdasan serta pemenuhan kebutuhan protein anak didik.
"Kita mendapatkan Program MBG sebanyak 353 anak dan dapat meningkatkan kecerdasan anak didik, karena mendapatkan pemenuhan gizi dan protein," tambah Lilis.
Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, turut menilai bahwa MBG berperan penting dalam memastikan kecukupan gizi bagi kelompok sasaran seperti pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Ia juga menyoroti bahwa program ini ikut mendorong perputaran ekonomi lokal karena bahan pangan untuk dapur SPPG sebagian besar dipasok dari para petani, nelayan, dan peternak di daerah.
"Kami berharap produksi pangan lokal itu bisa memenuhi produksi Program MBG," ujarnya.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0