BGN: Indonesia Butuh 6 Juta Peternak Baru Demi Amankan Pasokan Pangan Program MBG

Nov 12, 2025 - 20:32
BGN: Indonesia Butuh 6 Juta Peternak Baru Demi Amankan Pasokan Pangan Program MBG
Kepala Badan Gizi (BGN) Dadan Hindayana

Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyoroti besarnya kebutuhan pasokan pangan hewani untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia secara terbuka menyebut Indonesia memerlukan sedikitnya enam juta peternak baru mulai tahun depan agar persediaan telur dan ayam tetap terjaga.

“Kalau enam juta peternak baru tidak terpenuhi, kita akan mengalami kekurangan pasokan. Itu baru untuk kebutuhan telur dua kali seminggu. Jika sesuai harapan Presiden Prabowo diberikan tiap minggu, kebutuhannya jauh lebih besar,” ujar Dadan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (12/11).

Dadan menjelaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)—dapur yang mengolah makanan MBG—memerlukan suplai bahan pangan dalam volume besar. Untuk satu dapur saja, dibutuhkan empat kandang ayam petelur dan sembilan kandang ayam pedaging. Sementara pakan utama ayam, terutama jagung, juga menuntut ketersediaan lahan yang tidak sedikit.

“Empat kandang petelur membutuhkan sekitar 18 hektare lahan panen jagung karena separuh pakan ayam harus dari jagung,” terangnya.

Selain ayam dan telur, sebuah SPPG membutuhkan tambahan pasokan lain seperti 1,5 hektare kebun pisang untuk penyediaan buah mingguan serta 32 kolam lele jika masyarakat di daerah tersebut gemar mengonsumsi ikan lele.

Menurut Dadan, kebutuhan besar tersebut sebenarnya membuka peluang usaha bagi masyarakat di sekitar lokasi dapur umum. “Ini bisa melahirkan wirausaha baru. Potensi ekonomi di sekeliling SPPG luar biasa besar,” ujarnya.

Sebagai upaya memperkuat pasokan, BGN akan bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia agar pembiayaan pengembangan peternakan dapat langsung menyasar masyarakat lokal. “Kami ingin suplai pangan berbasis lokal. Danantara nantinya kami dorong agar investasinya mengalir ke masyarakat di sekitar SPPG,” kata Dadan.

Ia menegaskan bahwa pendekatan lokal penting agar masyarakat desa dapat masuk ke rantai pasok MBG—mulai dari peternak ayam, pembudidaya ikan, hingga petani jagung dan pisang. “Minimal satu juta ayam pedaging baru juga dibutuhkan. Tanpa itu, pasokan akan terganggu,” tambahnya.

Pemerintah memperkirakan program MBG akan meningkatkan konsumsi protein hewani secara nasional. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyiapkan investasi hingga Rp20 triliun untuk pengembangan peternakan ayam petelur dan pedaging di berbagai daerah.

Menteri Pertanian merangkap Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, mengatakan investasi tersebut menjadi bagian dari hilirisasi sektor pangan yang melibatkan banyak lembaga, termasuk Danantara Indonesia. Proyek ini diharapkan mampu memenuhi tambahan kebutuhan sekitar 700 ribu ton telur dan 1,1 juta ton ayam pedaging tiap tahun.

Selain menjaga suplai pangan, program ini ditaksir mampu membuka hingga tiga juta lapangan kerja baru dalam empat tahun ke depan. Pemerintah menargetkan pembangunan peternakan terintegrasi dapat dimulai awal 2026 setelah studi kelayakan selesai.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0