BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Purwosari 1 Kudus Usai Dugaan Keracunan MBG
Kudus - Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan menghentikan sementara aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kudus Kota Kudus Purwosari 1, Jawa Tengah. Penghentian ini dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kudus yang juga Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, membenarkan adanya penghentian operasional tersebut. Saat dimintai konfirmasi, ia menyampaikan jawaban singkat, “Iya.”
Kebijakan tersebut tertuang dalam surat resmi BGN bernomor 229/D.TWA/01/2026 yang ditujukan kepada Kepala SPPG Kudus Kota Kudus Purwosari 1. Surat bertanggal 29 Januari 2026 itu juga beredar luas di sejumlah grup percakapan WhatsApp.
Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan berdasarkan laporan khusus dari Kepala SPPG setempat terkait dugaan kejadian menonjol berupa gangguan pencernaan yang dialami penerima manfaat setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis. Pertimbangan pimpinan BGN atas insiden tersebut juga menjadi dasar pengambilan keputusan.
BGN menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari proses investigasi serta menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM. Operasional SPPG baru dapat kembali berjalan setelah dinyatakan memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Kepala BGN Nomor 4 Tahun 2025 tentang percepatan pengelolaan keamanan pangan pada SPPG.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Kudus, Nur Afifuddin, mengaku pihak sekolah belum menerima tembusan resmi terkait surat penghentian tersebut. Meski demikian, sejak munculnya kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa, sekolah sudah tidak lagi menerima distribusi menu MBG dari SPPG Purwosari 1 hingga Senin (2/2).
Peristiwa dugaan keracunan ini bermula saat siswa, guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kudus menerima paket MBG berupa soto ayam suwir pada Rabu (28/1). Keesokan harinya, sejumlah siswa dan guru mulai mengeluhkan kondisi kesehatan seperti mual, muntah, dan pusing kepala.
Jumlah keluhan yang terus bertambah membuat Pemerintah Kabupaten Kudus bergerak cepat bersama unsur TNI dan Polri. Seluruh armada ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi para siswa ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.
Beberapa rumah sakit rujukan yang menangani para siswa di antaranya RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam Sunan Kudus, RS Aisyiyah, dan RS Sarkies Aisyiyah.
Dari lebih dari seratus siswa yang mendapatkan penanganan medis, tercatat sebanyak 47 siswa sempat menjalani perawatan inap. Seiring perawatan intensif, kondisi para siswa berangsur membaik dan secara bertahap telah diperbolehkan pulang.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0