BGN Dorong Peningkatan Standar Lingkungan dan Keamanan Pangan di SPPG Senganan

Dec 13, 2025 - 09:35
BGN Dorong Peningkatan Standar Lingkungan dan Keamanan Pangan di SPPG Senganan
Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan catatan korektif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Senganan di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Tabanan- Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan catatan korektif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Senganan di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, usai melakukan pemantauan operasional serta peninjauan fasilitas dapur dan lingkungan sekitarnya. Catatan tersebut disampaikan sebagai langkah penguatan standar kebersihan, keamanan pangan, dan kelayakan lingkungan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

SPPG Senganan yang mulai beroperasi sejak 21 Oktober 2025 saat ini melayani 2.270 penerima makanan (PM) dari 33 sekolah di wilayah Desa Senganan, Babahan, Jatiluwih, Apuan, dan Angseri. Dengan cakupan layanan yang relatif luas, BGN menilai upaya menjaga dan meningkatkan kualitas fasilitas menjadi kebutuhan penting agar pelayanan gizi tetap optimal.

Dari sisi infrastruktur, SPPG Senganan dinilai telah memiliki sejumlah sarana penunjang yang memadai, antara lain pemanas air khusus untuk pencucian ompreng, perangkat pemanas sterilisasi, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Meski demikian, tim BGN mencatat adanya beberapa kondisi lingkungan sekitar yang berpotensi memengaruhi standar biosekuriti dan kebersihan udara di area produksi.

“Catatan ini bukan teguran keras, tetapi koreksi yang perlu ditindaklanjuti segera. Standar lingkungan sangat menentukan kualitas pangan yang disajikan kepada anak-anak,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati di Bali, Jumat (12/12).

Dalam aspek operasional, SPPG Senganan juga diapresiasi karena menjalin kemitraan dengan UMKM lokal untuk penyediaan roti dan makanan kering, bekerja sama dengan BUMDes Penebel dalam pengadaan alat tulis kantor dan paper bag, serta berkolaborasi dengan bank sampah desa sebagai bagian dari pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Praktik ini dinilai berkontribusi positif terhadap penguatan ekonomi lokal sekaligus pengurangan sampah.

Namun demikian, BGN mengingatkan bahwa kemitraan yang baik perlu diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap higienitas. Pengelola diminta meningkatkan sanitasi rutin, memperkuat pengawasan area, dan memastikan seluruh alur produksi terlindungi dari potensi kontaminasi silang.

“SPPG Senganan punya fondasi operasional yang baik dan inovatif. Karena itu sangat penting memastikan lingkungannya juga aman dan sepenuhnya sesuai standar,” tambah Hida.

Dari sisi komunikasi publik, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawaty, menilai penyampaian catatan korektif ini sebagai bagian penting dari keterbukaan layanan publik.

“Memberikan catatan secara terbuka dan menyampaikan rencana perbaikan adalah bentuk akuntabilitas. Publik perlu melihat bahwa setiap SPPG terus berupaya meningkatkan kualitas,” jelas Molly.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0