BGN dan APIMSA Sinergi Wujudkan MBG-Preneur untuk Dorong Ekonomi dan Gizi Nasional

Nov 8, 2025 - 10:36
BGN dan APIMSA Sinergi Wujudkan MBG-Preneur untuk Dorong Ekonomi dan Gizi Nasional
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana secara resmi membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) binaan APIMSA yang berlokasi di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Jumat (7/11/2025).

Kab. Tangerang - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menggandeng Asosiasi Pengusaha Industri Mikro, Kecil, dan Menengah Nusantara (APIMSA) untuk memperkuat pemberdayaan UMKM dalam membangun ekosistem wirausaha melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau yang dikenal dengan MBG-Preneur. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.

Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa MBG merupakan investasi sosial masyarakat, bukan sekadar bantuan pemerintah. 

“Program MBG bukan hanya tentang gizi, tapi tentang kemandirian ekonomi rakyat. Membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah langkah nyata masyarakat untuk berinvestasi dalam kesejahteraan bersama. Kami berterima kasih kepada APIMSA atas dukungan dan kolaborasinya,” ujar Dadan di Jakarta, Jumat (07/11).

Lebih lanjut, Dadan mengungkapkan bahwa program MBG telah menciptakan ekosistem ekonomi baru di berbagai daerah. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan minyak jelantah sebagai sumber tambahan pendapatan masyarakat. Hingga kini, lebih dari 1,8 miliar porsi makanan bergizi telah disalurkan melalui jaringan SPPG di seluruh Indonesia, dengan dukungan 33 ribu kepala SPPG, 409 ahli gizi, dan 190 satuan pelayanan yang aktif melayani masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum APIMSA Neng Eem menyatakan bahwa program MBG sejalan dengan misi organisasinya dalam membangun ekonomi sirkular berbasis masyarakat. 

“APIMSA ingin memastikan bahwa bantuan pemerintah memberi dampak nyata. Melalui pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat, kami berkomitmen mendukung MBG sebagai gerakan ekonomi produktif,” tuturnya.

Neng Eem juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan besar yang berpihak pada rakyat kecil serta kepada Kepala BGN atas kerja samanya. 

“Kami siap berkolaborasi mengelola SPPG di berbagai daerah agar manfaat MBG bisa dirasakan secara luas,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, BGN dan APIMSA meresmikan SPPG binaan APIMSA di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Ketua Panitia dan Ketua Yayasan Apimsa Bhakti Bangsa, Subadri, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenalkan kembali konsep MBG kepada masyarakat.

“Program ini bukan hanya untuk pemenuhan gizi, tetapi juga untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Kami siap menghadirkan MBG-Preneur bersama APIMSA dengan melibatkan berbagai sektor, seperti peternakan, pengolahan tahu dan tempe, serta produksi pangan lokal,” ujarnya.

Subadri menambahkan, masyarakat sangat menantikan pelaksanaan program ini, terutama dengan dukungan anggaran pemerintah sebesar Rp14 triliun untuk Program MBG.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Banten, Komarudin, turut menegaskan bahwa MBG telah membawa dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di daerahnya.

“Dari target 1.300 satuan layanan, kini sudah ada 118 unit aktif yang menjangkau sekitar 3,6 juta penerima manfaat, dengan 1,3 juta di antaranya telah merasakan dampak langsung,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Banten mencatat bahwa perputaran ekonomi dari MBG mencapai sekitar Rp12 triliun, yang berkontribusi besar terhadap penurunan angka pengangguran dan kemiskinan. Selain itu, Pemprov juga telah membentuk Satgas MBG di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta menyediakan fasilitas di sekolah-sekolah sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Melalui sinergi antara BGN dan APIMSA, Program MBG diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama dalam ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0