BGN Berikan Catatan Korektif untuk Peningkatan Standar SPPG Kuta–Kuta 02

Dec 12, 2025 - 20:28
BGN Berikan Catatan Korektif untuk Peningkatan Standar SPPG Kuta–Kuta 02
Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan catatan korektif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuta–Kuta 02 yang berlokasi di Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Badung - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan catatan korektif kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuta–Kuta 02 yang berlokasi di Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Langkah ini diambil setelah tim BGN melakukan kegiatan pemantauan dan pengawasan pada 6 Desember 2025, yang menemukan sejumlah aspek pelayanan perlu ditingkatkan, khususnya pada bidang sanitasi, kelayakan fasilitas dapur, serta kelengkapan unsur keselamatan kerja.

Dengan jumlah penerima manfaat yang mencapai 2.996 orang, BGN menilai perbaikan sarana dan prasarana menjadi hal krusial agar layanan pemenuhan gizi dapat berjalan secara optimal dan aman setiap hari.

Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa catatan pada aspek infrastruktur, antara lain tirai PVC yang belum terpasang rapat, kondisi lantai dapur yang licin, ukuran exhaust fan yang kurang memadai, serta insect killer yang belum berfungsi secara optimal. Selain itu, tim juga mencatat belum tersedianya alat pemadam api ringan (APAR), instalasi gas yang belum dilindungi teralis besi, serta akses kamar mandi yang berdekatan dengan area produksi tanpa pemisahan yang cukup.

“Beberapa temuan ini sifatnya korektif dan dapat segera dibenahi. BGN mendorong SPPG untuk meningkatkan standar sanitasi sehingga pelayanan gizi tetap aman dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati di Bali, Jumat (12/12).

Pada fasilitas penunjang relawan, tim mencatat belum adanya ruang ganti khusus, jumlah loker yang masih terbatas, serta sekat pemorsian yang belum tertutup secara menyeluruh. Dari sisi sumber daya manusia, BGN mendorong penguatan kedisiplinan kebersihan harian serta merekomendasikan agar chef mengikuti sertifikasi guna memperkuat standar layanan yang diberikan.

Meski terdapat sejumlah catatan, BGN tetap memberikan apresiasi terhadap berbagai keunggulan yang dimiliki SPPG Kuta–Kuta 02. Di antaranya semangat relawan yang solid, penerapan program zero waste, pemanfaatan maggot sebagai solusi pengolahan limbah makanan, serta lokasi yang strategis dekat bandara sehingga kerap menjadi titik kunjungan berbagai pihak. Catatan korektif tersebut disampaikan sebagai upaya untuk memperkuat potensi positif yang telah ada.

“SPPG ini memiliki potensi besar dan relawan yang sangat kompak. Karena itu justru penting untuk memastikan fasilitas produksinya semakin baik dan memenuhi standar,” tambah Hida.

Dari perspektif komunikasi publik, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawaty, menegaskan bahwa penyampaian temuan dan rencana perbaikan merupakan bagian penting dari transparansi layanan publik.

“Penyampaian temuan dan rencana perbaikan adalah bagian dari akuntabilitas. Publik perlu tahu bahwa proses peningkatan mutu selalu berjalan,” ujar Molly.

Sementara itu, Kepala Biro Umum dan Keuangan Badan Karantina Indonesia, Gladys Peuru, yang turut meninjau lokasi, mengingatkan pentingnya konsistensi dalam pengelolaan rantai pasok bahan pangan.

“Keamanan pangan berawal dari rantai pasok yang tertata rapi. Peningkatan standar di dapur SPPG penting untuk memastikan alur penyediaan pangan berjalan aman di setiap tahap,” jelas Gladys.

Pengelola SPPG Kuta–Kuta 02 menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh catatan tersebut. Perbaikan infrastruktur, termasuk pembenahan dapur dan penyediaan fasilitas keselamatan kerja, ditargetkan rampung sebelum akhir tahun 2025.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0