Bappenas: Program MBG Jadi Motor Penguatan SDM dan Ekonomi Desa

Feb 2, 2026 - 17:20
Bappenas: Program MBG Jadi Motor Penguatan SDM dan Ekonomi Desa
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy dalam kegiatan Prasasti Center for Policy Studies – Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai salah satu kebijakan strategis nasional yang berperan penting dalam mendukung dua trisula pembangunan Indonesia, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia serta percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan bahwa MBG dirancang secara komprehensif agar tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional, khususnya di wilayah pedesaan.

Melalui pelaksanaan program ini, pemerintah mendorong proses industrialisasi pangan di desa dengan menyerap berbagai produk lokal dan mengarahkan hilirisasi hasil pertanian agar memenuhi standar mutu. Dengan demikian, produk desa dapat masuk ke dalam rantai pasok modern secara berkelanjutan.

“MBG bukan sekadar memberi ‘ikan’ kepada penerima manfaat, tetapi juga memberikan ‘kail’ untuk menggerakkan roda ekonomi. Filosofi ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya menghadirkan makanan bergizi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat rantai pasok lokal,” ujar Kepala Bappenas dalam kegiatan Prasasti Center for Policy Studies – Prasasti Economic Forum 2026, Kamis (29/1/2026)..

Hingga akhir Januari 2026, Program MBG telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pelayanan tersebut didukung oleh 22.091 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di berbagai daerah.

Keberadaan ribuan SPPG itu disebut berhasil menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja, mulai dari pengelola dapur, tenaga distribusi, hingga pelaku pendukung lainnya di tingkat lokal.

Dari sisi penyedia bahan pangan, MBG juga memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas sektor pertanian dan peternakan. Komoditas seperti padi, sayuran, dan buah-buahan, serta hasil peternakan seperti ayam, sapi, kambing, dan domba, hingga perikanan lokal, menjadi bagian utama dalam pasokan bahan baku program tersebut.

Dengan skema tersebut, MBG dinilai mampu memperkuat fondasi ekonomi desa sekaligus membangun ekosistem pangan nasional yang lebih mandiri dan berdaya saing.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0