Akademisi UPR: Program MBG Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Tridarma
Palangka Raya - Akademisi Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah, Wilson, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang besar bagi perguruan tinggi untuk memperkuat pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Ia menjelaskan bahwa Fakultas Pertanian UPR memiliki keterkaitan langsung dengan keberhasilan program tersebut, mulai dari produksi bahan pangan lokal, penguatan kelompok tani, hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha desa dan riset inovasi pangan.
"Semua ini merupakan bagian nyata dari implementasi Tridarma,” ucapnya, Senin (1/12).
Wilson menambahkan bahwa program MBG secara nasional menuntut kesiapan tenaga ahli, penguasaan teknologi, hingga model pemberdayaan masyarakat yang hanya dapat berkembang melalui kemitraan aktif antara perguruan tinggi dan pemerintah. Karena itu, MBG menjadi ruang yang relevan bagi mahasiswa serta dosen untuk menerapkan ilmu secara langsung.
Sebagai dukungan terhadap hal tersebut, UPR sebelumnya menggelar kuliah umum bertema “Kolaborasi Badan Gizi Nasional dan Perguruan Tinggi dalam Mendukung Keberlanjutan Program MBG”, dengan menghadirkan Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Sitti Aida Adha Taridala.
Dalam paparannya, Wilson menjelaskan bahwa BGN merupakan lembaga yang mengoordinasikan kebijakan pemenuhan gizi nasional secara terpadu. Program MBG disebutnya tidak hanya difokuskan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, namun juga berkontribusi memperkuat ekonomi desa melalui optimalisasi pangan lokal.
Sebelumnya, Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN, Sitti Aida Adha Taridala, memaparkan bahwa pelaksanaan MBG telah terintegrasi dalam sistem digital nasional yang memungkinkan pemantauan kualitas gizi serta alur anggaran secara real-time.
"Perguruan tinggi memegang peran penting dalam riset pengembangan pangan dan monitoring program," ujarnya.
Ia turut mengenalkan konsep Circular Economy Village (CEV) sebagai strategi penguatan ekonomi desa berbasis pertanian dan energi terbarukan. Menurutnya, model tersebut memerlukan keterlibatan aktif akademisi dalam riset, pendampingan, serta hilirisasi inovasi.
Wilson menegaskan kembali bahwa, "MBG membuka ruang luas bagi perguruan tinggi untuk terlibat secara langsung dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," saat ditemui di Palangka Raya, Senin.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0