Wabup Kukar Tekankan Standar Gizi SPPG untuk Dukung Generasi Emas 2045

Jan 7, 2026 - 21:58
Wabup Kukar Tekankan Standar Gizi SPPG untuk Dukung Generasi Emas 2045
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin bersama rombongan saat memantau dapur SPPG di Desa Kota Bangun Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Kukar, Kaltim.

Tenggarong - Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menegaskan bahwa kualitas gizi dari pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi faktor krusial dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju generasi emas Indonesia 2045.

Di wilayah Kukar, terdapat total 72 SPPG yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, 22 dapur telah beroperasi, sementara 50 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan rampung serta mulai melayani masyarakat pada tahun ini.

“Program MBG merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi anak usia sekolah dan kelompok rentan,” ujar Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin di Tenggarong, Rabu (7/1).

Menurut Rendi, MBG menjadi salah satu program prioritas nasional yang dirancang untuk memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi seimbang sebagai fondasi tumbuh kembang dan kecerdasan mereka. Karena itu, kesiapan pengelolaan di setiap SPPG harus diperhatikan secara menyeluruh.

“Mulai dari dapur, proses distribusi, hingga mutu makanan yang disajikan, semuanya harus disiapkan dengan matang agar benar-benar berdampak pada kesehatan dan kecerdasan anak,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kukar terus melakukan koordinasi lintas perangkat daerah agar pelaksanaan MBG berjalan lancar, tepat sasaran, serta berkelanjutan. Fokus pemerintah daerah tidak semata pada jumlah penerima, melainkan juga pada kualitas makanan yang memenuhi standar gizi dan higienitas.

“Kami berkomitmen memastikan makanan yang dibagikan aman, bergizi, dan layak konsumsi. Ini penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Rendi.

Rendi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk pengelola SPPG dan mitra pendukung, atas kerja maksimal dalam menyiapkan layanan MBG. Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi kelancaran pelaksanaan di lapangan.

Sehari sebelumnya, saat meninjau dapur SPPG di Desa Kota Bangun Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Rendi kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan pangan, serta kandungan gizi makanan yang disiapkan untuk anak-anak.

SPPG di wilayah pedesaan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Januari dengan jumlah penerima layanan sekitar 2.600 siswa. Dapur tersebut akan dikelola oleh tiga personel inti, yakni Kepala SPPG, ahli gizi, dan administrator, serta didukung 21 relawan dari masyarakat setempat.

Para relawan akan dibagi ke dalam sejumlah tim, mulai dari persiapan bahan pangan, pengolahan, pemorsian, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0