SPPG Mekar Ayu 2 Salurkan 700 Porsi Makan Bergizi Gratis untuk Pengungsi Banjir dan Longsor Aceh
Jakarta - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar Ayu 2 di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menyalurkan 700 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencukupi kebutuhan makan para pengungsi di sekitar lokasi SPPG.
Kepala SPPG Mekar Ayu 2, Gianfranca Geraldo Hendri KR, menjelaskan bahwa pengalihan penyaluran MBG kepada pengungsi dilakukan menyesuaikan kondisi wilayah yang belum sepenuhnya pulih pascabencana banjir dan longsor.
“Awalnya, MBG didistribusikan kepada peserta didik, namun melihat kondisi saat ini, BGN mengarahkan penyaluran ke posko-posko pengungsian di Timang Gajah,” ujar Gianfranca dikutip di Jakarta, Rabu (31/12).
Jumlah porsi MBG yang disiapkan setiap hari disesuaikan dengan kondisi akses jalan dan ketersediaan bahan pangan. Pada Selasa (30/12), SPPG Mekar Ayu 2 menyalurkan 700 porsi nasi dengan menu ikan tuna ke Posko Tunyang.
“Untuk hari ini, kami menyediakan 700 porsi nasi dengan menu ikan tuna. Sebelumnya, saat distribusi ke Kampung Cekal Baru minggu lalu, kami menyalurkan 500 porsi,” jelas Gianfranca.
Sebelumnya, SPPG Mekar Ayu 2 juga menyalurkan MBG ke sejumlah kampung terdampak banjir dan longsor lainnya, seperti Lampahan Timur, Lampahan Induk, Pantan Kemuning di Kampung Tunyang, serta Kampung Cekal Baru.
Meski kondisi akses jalan belum sepenuhnya pulih, sejak mulai beroperasi pada 19 Desember 2025, SPPG Mekar Ayu 2 tetap mampu menyediakan makanan layak dan higienis bagi pengungsi di posko bencana.
“Seiring akses yang mulai membaik, kami optimistis ke depan bisa menyediakan porsi yang lebih banyak,” tambah Gianfranca.
Tak hanya berfokus pada bantuan pangan, SPPG Mekar Ayu 2 juga menggerakkan roda ekonomi lokal dengan melibatkan pelaku UMKM dan pedagang pasar setempat sebagai pemasok bahan baku dapur. Beras, sayur, dan kebutuhan pokok lainnya dipenuhi dari pasar serta usaha lokal, sehingga perputaran ekonomi tetap berjalan di tengah situasi darurat.
“Sasaran belanja kami adalah pasar dan UMKM sekitar. Prinsipnya, dapur ini tidak hanya memberi makan, tetapi juga menghidupkan ekonomi masyarakat setempat,” ujar Gianfranca.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0