SPPG Bangli Kawan Dorong Ekonomi Kerakyatan Lewat Program Makan Bergizi Gratis

Dec 13, 2025 - 21:43
SPPG Bangli Kawan Dorong Ekonomi Kerakyatan Lewat Program Makan Bergizi Gratis
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, saat mengecek fasilitas di SPPG Bangli, Sabtu (13/12/2025).

Bangli - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Bangli Kawan terbukti memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bangli. Tidak hanya menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi penerima manfaat, keberadaan SPPG ini juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM, petani setempat, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Dalam operasionalnya, SPPG Bangli Kawan memprioritaskan pengadaan bahan pangan dari pelaku usaha kecil dan petani lokal dengan skema harga yang adil dan kompetitif. Pola kemitraan tersebut memberikan kepastian pasar bagi produsen di daerah sekaligus memastikan kualitas bahan baku tetap terjaga dalam penyediaan menu MBG.

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, menegaskan bahwa pendekatan ini selaras dengan prinsip pembangunan yang inklusif.

“Program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal. Ketika UMKM dan petani dilibatkan secara aktif, manfaat program menjadi berlipat bagi masyarakat,” ujar Hida di Bali, Sabtu (13/12).

Dari aspek ketenagakerjaan, SPPG Bangli Kawan membuka kesempatan partisipasi luas bagi warga sekitar sebagai relawan yang telah dibekali pelatihan. Ibu rumah tangga serta pemuda yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan kini terlibat langsung dalam proses produksi dan distribusi pangan. Selain memperoleh tambahan penghasilan dan keterampilan, mereka juga mendapatkan perlindungan sosial melalui kepesertaan BPJS.

Tak hanya itu, SPPG Bangli Kawan menerapkan konsep ekonomi sirkular dalam kegiatan operasionalnya. Minyak jelantah didaur ulang, sementara sisa makanan dimanfaatkan sebagai pakan magot yang selanjutnya digunakan untuk pakan ternak. Hasil ternak tersebut kemudian kembali masuk ke dalam rantai pangan bergizi, membentuk siklus pemanfaatan yang minim limbah.

“Model seperti ini menunjukkan bahwa program pangan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Inovasi ekonomi sirkular di SPPG Bangli Kawan patut menjadi contoh bagi daerah lain,” tutup Hida.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0