BGN Terapkan Sistem Digital untuk Awasi Ribuan Dapur MBG di Seluruh Indonesia
Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) kini memantau ribuan dapur gizi pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia melalui sistem pelaporan berbasis foto dan video yang terintegrasi secara digital. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas program yang menjangkau lebih dari 82 juta penerima manfaat.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala BGN Nomor 63 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2025.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menjelaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengunggah dokumentasi foto dan video kegiatan operasional ke sistem pelaporan digital BGN. Dokumentasi ini mencakup seluruh tahapan mulai dari pengolahan, pengemasan, pengiriman makanan, hingga kegiatan makan bersama di sekolah dan pesantren.
“Kami menerapkan pengawasan berbasis bukti visual untuk memastikan seluruh kegiatan di dapur gizi berjalan sesuai standar. Setiap laporan harus disertai foto dan video yang menunjukkan proses kegiatan secara nyata,” ujar Hida di Jakarta, Kamis (23/10).
Hida menekankan bahwa laporan foto dan video bukan sekadar prosedur administratif, tetapi menjadi alat kontrol langsung bagi pemerintah pusat untuk menilai kepatuhan yayasan pelaksana terhadap standar keamanan pangan. Dengan sistem digital ini, BGN dapat memantau aktivitas ribuan SPPG tanpa menunggu laporan manual dari daerah.
“Kami bisa melihat aktivitas di lapangan secara real-time. Jika ada dapur gizi yang tidak aktif, tidak memasak, atau distribusi tidak sesuai jadwal, langsung terdeteksi,” tambahnya.
Sistem ini juga terhubung dengan data keuangan dan dokumen pertanggungjawaban yang diverifikasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Setiap dua minggu, SPPG wajib mengunggah laporan lengkap berisi data penerima manfaat, nota pembelian bahan, serta bukti foto dan video kegiatan.
“Cara ini memastikan dana bantuan digunakan tepat sasaran. Tanpa laporan visual, pencairan tahap berikutnya tidak dapat dilakukan,” tegas Hida.
Selain efisiensi, digitalisasi pelaporan juga sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat pengawasan berbasis data dan teknologi. Sistem ini menjamin publik bahwa Program MBG dijalankan secara transparan, terukur, dan bebas dari laporan fiktif.
“Dengan bukti visual, setiap dapur yang beroperasi dan setiap piring yang disajikan bisa diawasi langsung oleh BGN,” tutup Hida.
Bagaiman Reaksi Kamu?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0