BGN Tegaskan Penghentian Operasional Tujuh SPPG di Sampang Bersifat Teknis

AdeAde
Jan 8, 2026 - 14:21
BGN Tegaskan Penghentian Operasional Tujuh SPPG di Sampang Bersifat Teknis
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang berbincang dengan salah seorang siswa di SMK Negeri 1 Jakarta pada Kamis (8/1/2026) di hari pertama MBG tahun 2026.

Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait berhentinya sementara operasional tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Menurut BGN, kondisi tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan anggaran, melainkan karena kendala administratif dan teknis, termasuk adanya pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, saat meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis, menegaskan bahwa dana untuk program tersebut tersedia dan tidak mengalami pengurangan.

“Bukan hanya di Madura, di beberapa daerah lain juga sempat mengalami hal serupa. Ini murni persoalan teknis, bukan karena kekurangan modal. Anggarannya ada, dan sekarang justru program bisa berjalan lebih luas. Saat itu memang terjadi pergantian PPK, sehingga sempat terkendala,” ujarnya, Kamis (8/1).

Ia menambahkan, keterlambatan operasional juga dipicu oleh proses administrasi keuangan, khususnya pengajuan proposal dari pihak SPPG. Setiap SPPG diwajibkan mengajukan proposal pencairan dana secara berkala.

“Jika pengajuan proposal terlambat, dampaknya bisa panjang. Pengiriman dana dilakukan per sepuluh hari, jadi keterlambatan satu hari saja bisa berakibat penyaluran mundur hingga sepuluh hari,” jelas Nanik.

Sebelumnya, Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Program MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto, menyampaikan bahwa tujuh SPPG di wilayah tersebut sempat tidak mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah sasaran. Informasi itu berdasarkan laporan tim Satgas MBG di lapangan yang diterima pada Selasa (6/1).

Ia menyebutkan, sejak program MBG diluncurkan, terdapat 81 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Sampang. Namun, hingga 6 Januari 2026, jumlah SPPG aktif tercatat tinggal 74 unit.

Menurut Sudarmanto, penghentian sementara operasional tujuh SPPG tersebut disebabkan oleh keterbatasan modal, karena dana dari BGN belum diterima. Pihak Satgas MBG Pemkab Sampang pun telah menyampaikan kondisi tersebut kepada sekolah-sekolah penerima manfaat MBG di wilayahnya.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0