BGN Kaltim Percepat Pembangunan 372 SPPG Demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis

AdeAde
Feb 1, 2026 - 09:34
BGN Kaltim Percepat Pembangunan 372 SPPG Demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis
Ilustrasi SPPG mempersiapkan makan bergizi gratis

Samarinda - Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Kalimantan Timur (Kaltim) terus menggenjot pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mengejar target 372 unit layanan. Langkah ini ditempuh untuk memastikan distribusi pangan bergizi dapat menjangkau seluruh siswa di berbagai wilayah provinsi tersebut.

Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim, Sirajul Amin, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait belum meratanya penerimaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengakui masih ada sejumlah siswa yang belum merasakan manfaat program tersebut.

“Kami menyadari masih ada siswa yang belum terlayani secara optimal. Untuk itu kami mohon maaf dan terus berupaya mempercepat pemerataan layanan,” ujar Sirajul di Samarinda, Sabtu (31/1).

Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur SPPG menjadi respons atas masukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, terutama terkait keberadaan siswa rentan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum tersentuh MBG.

Saat ini, jumlah SPPG yang telah beroperasi di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim baru mencapai 161 unit. Kondisi tersebut membuat jangkauan layanan MBG masih terbatas.

Sirajul menjelaskan bahwa setiap SPPG dirancang untuk melayani hingga 3.000 porsi makanan per hari dengan radius distribusi maksimal enam kilometer. Pembatasan jarak ini diterapkan untuk menjaga kualitas dan kesegaran makanan yang disalurkan kepada siswa.

Ia juga menegaskan bahwa program MBG tidak membedakan latar belakang ekonomi penerima manfaat. Seluruh siswa, kata dia, memiliki hak yang sama untuk memperoleh asupan gizi yang layak dan berkualitas.

Hasil evaluasi internal BGN menunjukkan tantangan utama di lapangan berkaitan dengan pemenuhan masa komitmen selama 45 hari oleh calon mitra pengelola SPPG. Meski demikian, minat masyarakat untuk terlibat dalam program ini terbilang tinggi, dengan tingkat pengajuan calon mitra telah mencapai sekitar 80 persen.

Untuk wilayah terpencil seperti Kabupaten Mahakam Ulu, pembangunan fisik unit pelayanan gizi disebut telah rampung dan kini memasuki tahap penilaian akhir sebelum resmi beroperasi.

Selain berdampak pada peningkatan gizi anak sekolah, program ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. BGN Kaltim mencatat potensi penyerapan tenaga kerja mencapai 18.600 orang di seluruh wilayah provinsi.

“Setiap SPPG melibatkan sekitar 50 tenaga kerja, mulai dari tenaga ahli hingga relawan yang direkrut dari masyarakat sekitar sekolah,” kata Sirajul.

BGN Kaltim optimistis pembangunan ratusan pusat layanan gizi tersebut dapat segera diselesaikan. Dengan begitu, anak-anak penyandang disabilitas serta siswa yang berisiko putus sekolah dapat memperoleh layanan MBG secara merata.

“Kami berharap dengan terpenuhinya target pembangunan SPPG, distribusi Makan Bergizi Gratis bisa menjangkau seluruh ruang kelas tanpa terkecuali,” pungkasnya.

Bagaiman Reaksi Kamu?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0